Euis Nurjanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SOMBONG DALAM DIRI

SOMBONG DALAM DIRI

#TAGUR H - 3#

Hari itu Pak Soleh di panggil oleh kepala madrasah, dan diberitahu bahwa besok Pak Soleh harus mengikuti diklat profesi. Teknis dan administrasi diklat telah disampaikan oleh kepala madrasah, dan segera dipersiapkan untuk keberangkatan besok mengikuti diklat itu. Dengan senang dan rasa bahagia pak soleh menyambut kabar diklat yang akan dijalaninya selama sebelas hari ke depan. Keesokan harinya setelah lengkap semuanya Pak Soleh berangkat dengan dilepas oleh istri dan anak anak tercintanya yang akan ditinggalkan selama Pak Soleh diklat.

Selama diklat Pak Soleh mengikuti setiap kegiatan mata diklat yang diberikan, mengingat diklat tersebut adalah diklat profesi tentunya berkaitan dengan profesi Pak Soleh sebagai pendidik di madrasah. Ketika ada waktu istirahat Pak Soleh menghubungi sahabatnya untuk sharing tentang kegiatan diklat yang dia ikuti, dalam percakapan itu Pak Soleh mengatakan kepada sahabatnya bahwa diklat profesi ini sangat mudah bagi dirinya dan begitu yakin sekali bahwa hasil diklat profesi ini Pak Soleh akan lulus karena Pak Soleh tidak mengalami kesulitan baik dari materi ataupun teknis diklat ini sama sekali.

Setelah selesai mengikuti diklat tibalah hari yang dinanti yaitu pengumuman hasil dari diklat ini, dengan penuh keyakinan dan percaya diri tidak ada kecemasan sama sekali dalam hati Pak Soleh bahwa dirinya akan lulus diklat ini. Tapi ketika terbuka pengumuman itu betapa terkejutnya Pak Soleh ternyata dirinya dinyatakan tidak lulus dalam diklat itu. Kecewa dan sedih hati Pak Soleh dengan hasil itu tapi apa mau dikata hasil sudah keluar dan harus diterima oleh dirinya. Suka ataupun tidak itulah kenyataannya dirinya tidak lulus dalam diklat itu, namun ada titik terang bahwa diklat bisa diulang lagi dan Pak Soleh bisa mengikuti ulang diklat dan hasil yang kedua ini alhamdulillah Pak Soleh dinyatakan lulus.

Sebuah pembelajaran berharga telah tercermin dari sikap Pak Soleh yang angkuh dan sombong, merasa yakin dengan kemampuan boleh boleh saja tapi kesombongan akan meruntuhkan keyakinan itu, sekecil apapun rasa sombong terbenam dalam hati pasti akan ada imbalan yang akan diperolehnya. Orang yang sombong selalu dikalahkan dengan orang yang rendah hati. Mungkin tidak segera, tapi pasti.

Padang, 19 Januari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post