SEKEPING HATI LARA
Pagi itu mentari masih menutup
Matapun ikut terkatup
Sayup sayup dan terkejut
Membuat hatiku semakin ciut
##
Tersedak tiba tiba
Mendesah hati untuk sebuah lara
Jantung berdegup dan merapat
Nadipun mulai melambat
##
Desah dingin menjalar perlahan
Merambat lambat naik ke ubun
Teraba kaku dan dingin
Membuat sesak di dada tertahan
##
Ketika upaya dan usaha dicoba
Segala teori ilmu diterapkan dalam usaha
Namun kehendak pencipta tidak berpihak
Sekeping hati lara menambah sesak
##
Hari itu taqdirmu terhenti di sini
Perpisahan tak bisa terelakkan
Jabat tangan tak lagi erat
Lepas merenggang dan kaupun pergi
##
Duka berderai bagai air hujan turun
Membasahi relung hati terdalam
Rela dan ikhlas harus kuberikan
Melepasmu menghadap sang pencipta
##
Padang, 03 Maret 2021
#Tagur H-5#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
