Euis Nurjanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
THOUSAND SMILE FOR RAMADHAN

THOUSAND SMILE FOR RAMADHAN

#Tagur H- 03#

Menjelang berbuka puasa suasana di dapur Ceu Inah sibuk dengan mempersiapkan menu untuk berbuka. Tiba tiba suami Ceu Inah mengatakan bahwa sore nanti sekitar jam 16.00 beliau akan membimbing mahasiswanya dalam sebuah kegiatan sosial yaitu mengunjungi sebuah panti sosial tuna grahita. Sejenak berhenti dari pekerjaan dapurnya Ceu Inah bertanya bagaimana dengan dirinya dan anak anaknya, tanpa berpikir panjang suami Ceu Inah menegaskan bahwa kita ikut pergi bersama dengan dirinya untuk mengikuti kegiatan sosial itu.

Dengan rasa bahagia Ceu Inah tidak menyia nyiakan ajakan dari suaminya itu dan langsung mengkomandokan anak anaknya untuk bersiap siap termasuk semua pekerjaan dapurnyapun dihentikan demi untuk bisa ikut dalam kegiatan itu. Setelah melaksanakan shalat ashar terlebih dahulu di rumah, Ceu Inah dan keluarganya segera berangkat agar tidak terlambat mengikuti kegiatan sosial itu, dengan semangat anak anak Ceu Inah juga merasa bahagia dan senang bisa berkunjung ke sana. Sesampai di tempat tujuan baru saja mobil Ceu Inah dan keluarga masuk sudah disambut dengan senyum terkembang, meskipun dalam keterbatasan para penghuni panti. Mereka juga menunjukan dimana mobil harus di parkir. Setelah selesai memarkir mobil mereka juga memghampiri kami dan menunjukan acara akan dilaksakanan di aula pertemuan dan merekapun menghantarkan kami menuju ruangan itu.

Ruangan masih sepi karena acara belum dimulai. Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk bercengkrama dan bercerita dengan mereka para penghuni panti itu, mereka sangat antusias ketika ditanya bahkan tanpa ditanyapun mereka dengan bangga menunjukan bahwa tempat aula ini mereka yang membersihkan dan menyiapkannya. Tak lama berselang acara segera dimulai, rangkaian acarapun dilalui sampai selesai dan diikuti dengan rasa bahagia, senang dan senyum selalu mengembang dari mereka penghuni panti menyambut kedatangan dan kehadiran kami dalam kegiatan ini. Acarapun selesai dan kamipun pamit undur pulang, mereka juga tetap menghantarkan kami di luar ruangan tetap dengan senyum mereka, satu yang menggelitik dari sebuah ucapan mereka " dadah kakak corona " senyum kamipun kembali mengembang mendengar ucapan mereka itu. Mereka memandang melepas kami sampai menghilang dari pandangan mereka.

Padang, 25 April 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post