CUKUP MENAHAN EMOSI
Ketika akan menulis tantangan di gurusiana tiba tiba salah satu sejawatku mengirim pesan menyampaikan pesan dari salah satu sejawat yang lain tentang ketidak setujuan dengan apa yang sudah dikerjakan kami di kelompok teman teman sejawat. Komentar yang sangat menggelitik menyentuh urat saraf menengang membacanya.
Entah sadar atau tidak sejawatku yang berkomentar itu memberikan komentar yang akan menimbulkan konflik rasa, bolehlah demi prinsip beliau sampaikan itu tapi untuk sebuah kebersamaan itu tidak ada sama sekali, tidak mempertimbangkan dampak akibat yang akan diterima oleh kelompok tempat kami bernaung dengan komentarnya itu.
Jika saya tidak mempertimbangkan hal lain sudah saya lawan dan akan perang mulut dan adu argument, namun semuanya itu tidak dilakukan, karena masih mempertimbangkan rasa dengan sesama dan saya memang harus menahan ketidak senangan dengan komentar ini. Suatu saat jika ada kesempatan bersua akan saya komentari juga komentarnya itu. Sementara saat ini cukup menahan emosi.
Padang, 18 Juni 2021
Tagur # 06 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
