JEJAK KENANGAN (5)
Pagi saat mentari masih sembunyi
Terusik langkah kaki
Melaju menyusuri
Jalan kenangan untuk dilalui
///
Mentari masih malu untuk menyapa
Langkah kaki terus menyesak asa
Menyusuri lorong tak dapat berkata
Mengantarkan rindu dan do'a yang selalu ada
///
Di sudut pipi menitik bulir bening
Bayang kisah lalu kembali terkenang
Ibu yang selalu membelai dengan kasih sayang
Bapak dengan kokoh badanmu menjadi benteng
//
Bersimpuh di satu sudut sisi
Do'a terpanjat penghantar rindu ini
Taburan melati ungkapkan cinta nan suci
Di pusaramu hanya bisa kupandangi
///
Padang, 23 Juni 2021
Tagur # 11 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
