Euis Nurjanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TERLENA DI KAMPOENG SEAFOOD

TERLENA DI KAMPOENG SEAFOOD

Sore itu suami Ceu Inah bertanya, " kok tumben tidak ribut ngajak jalan sore", sambil bercanda dan berseloroh, karena hari sudah menunjukan jam 18.00 WIB Ceu Inah dan anaknya tidak juga mengajak jalan, biasanya kalau suaminya pulang cepat dari bekerja, sudah berangkat jalan jalan sambil menikmati matahari yang akan menepi keperaduannya. Selorohan suami Ceu Inah tadi tidak di sia siakan oleh Ceu Inah.

Setelah melaksanakan shalat maghrib, bersiap Ceu Inah dan anaknya mengajak suaminya jalan untuk menikmati malam yang lumayan cerah, untuk mencari kuliner yang akan di santap malam ini, setelah berkeliling  jatuhlah pilihan makan malam kali ini di kampoeng seafood, yang menyediakan menu seafood sebagai andalannya dan kamipun memilih menu Paket kepiting tumpah dan paket mix Pak Tisto dengan berbagai ragam seafood di dalamnya dan penyajiannyapun langsung diserakkan di atas meja menambah eksotiknya suasana makan malam itu. Sambil menunggu pesanan datang Ceu Inah membuka gawainya sekedar menulis yang akan dikirimkan di gurusiana untuk tantangan menulis hari ini, setelah selesai menulis tidak langsung dikirim tapi Ceu Inah simoan tulisannya itu di draf terlebih dahulu karena belum mendapatkan foto yang bagus untuk melengkapi tulisannya. Tak berapa lama pesanan datang dan kamipun segera mengabadikannya terlebih dahulu sebelum di santap.

Tawa canda yang bergulir diantara kami saat makan  membuat suasana semakin hangat  dan tanpa terasa seafood yang kami santap sudah mulai habis tersisalah kulit aneka ragam kerang yang berserakan di atas meja. Sebelum pulang kamipun rehat sejenak menurunkan makanan yang sudah kami santap diselingi tawa canda menyeringai diantara kami. Melihat jarum jam sejenak, tanda batas malam mulai menjelang Ceu Inahpun mengajak suami dan anaknya beranjak dari kampoeng seafood tersebut untuk pulang ke rumah. Sepanjang jalan pulang tak lepas cerita kami masih seputar hidangan yang kami makan tadi dan pujian untuk kampoeng seafoodpun kami lontarkan dengan penuh kepuasaan, perut kami kenyang dan matapun sudah mulai mengantuk terlebih Ceu Inah dan Suaminya, laju kencang mobil segwra membawa kami sampai ke rumah, sesampai di rumah karena kantuk yang tak tertahan setelah membersihkan diri terlebih dahulu Ceu Inahpun segera mecari peraduannya dan langsung terlelap sampai pagi adzan shubuh yang membangunkannya kembali. Termenung Ceu Inah di atas sajadah shubuh itu teringat ternyata tulisan dalam draf yang dia simpan lupa dikirim ke blog gurusiana, dan sudah tentu meluncurlah kembali ke remedi untuk Ceu Inah. " Semoga Allah selalu memberikan semangat buatku menulis", terselip do'a Ceu Inah di pagi shubuh.

 

Padang, 13 Juni 2021

Tagur # 01 # 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post