Euis Nurjanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMELUK BAYANG RINDU

MEMELUK BAYANG RINDU

Bukan waktu yang sebentar aku harus menahan rindu, ingin memeluk dan ingin dipeluk begitu besar rasa itu terbenam dalam rintihan asa membiru. Sosok ibu yang biasa kupanggil Emak sudah lama meninggalkanku 37 tahun sudah Emak pergi meghadap sang maha pemilik hidup ini.

 

Masih terasa senyum dan dekapanmu ketika aku menangis agar aku bisa ikut denganmu, ikut bersamamu kembali ke kampung tempat tinggalmu,  dekapmu terasa hangat dan senyum itu begitu menyejukan meski tak ada kata kata rayuan engkau keluarkan, hatiku bisa merasakan bahwa kasih sayangmu begitu dalam dan akupun mengangguk tanda setuju engkau melangkah meninggalkanku.

 

Detik terakhir aku menemuimu, jasad kakumu yang kutemui dan ku lihat senyumu masih tersimpul di sudut bibirmu, kupeluk erat dan kuminta engkau mendekapku kembali, namun engkau hanya tersenyum dan aku bisa merasakan betapa engkau menyayangiku, hangat meresap ke relung hati sambil ku bisikan " rinduku  akan selalu ada untukmu sepanjang usiaku", Emak engkau wanita tangguh dan perkasa, sebait do'a selalu akan terselip di setiap sujudku.

Padang, 27 Agustus 2021

Tagur # H - 36 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post