MENANTI BERTEMU
Perpisahan tak pernah diharapkan oleh siapapun termasuk sekarang ini kita, aku dan kamu siswaku terpisah oleh pandemi covid 19 yang tak seorangpun menghendaki seperti ini. Berpisah pada jarak dan waktu yang tak terbatas kapan berakhir, belajar yang kita lakukan lewat dunia maya secara daring, jenuh dan bosan kadang hinggap, berbagai usahapun dilakukan oleh kami bapak dan ibu guru sebagai pendidik untuk membuat belajar ini agar tidak garing bahkan boring, dari yang membuat video pembelajaran sendiri, bermula dari tidak bisa akhirnya bisa mengedit dan membuat video demi bisa menarik dilihat siswa video tersebut. Apapun itu bagaimanapun bentuknya cara yang kita buat untuk pembelajaran daring, selalu terselip kata seperti ada yang kurang,kurang terlihat senyummu, kurang terlihat sapamu dan sangat jelas raga kita tak pernah bertemu nyata, bahumu tak.bisa kurangkul bahkan salampun tak berjabat antara kita.
Rindu itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan semua rasa yang bergelayut di hati, biasanya gerai tawa, canda menyeringai di sela sela kita belajar, terlebih ketika pelajaran praktek membuat sesuatu karya kerajinan ataupun praktek pengolahan. Satu cara yang biasa di lakukan ketika praktek pengolahan agar siswa laki laki juga ikut serta dan tidak berpangku tangan dalam proses pengolahannya yaitu dengan membagi kelompok terpisah antara siswa laki laki dan siswa perempuan dalam kelompok berbeda. Kelompok berbeda inilah yang membuat kadang senyum senyum sendiri, teringat keluguan siswa siswaku yang laki laki dalam praktek pengolahan, ada yang kesulitan bagaimana mengupas bawang merah, bagaimana menanak nasi, bagaimana mengiris sayuran, ketika kecipratan minyak, saat memegang sendok penggorengan, bahkan ada ketika sudah dibilang enak masakannya karena bahan masih ada maka dibuat sampai habis bahan, tentunya dikerjakan sampai jam habispun masaknya belum selesai, namun semangat mereka tetap membara, sungguh keluguan mereka sangat dirindukan. Tentunnya siswa yang perempuan juga tak mau kalah mereka lakukan semaksimal mungkin dengan menunjukan aku perempuan tentu lebih pandai dan masakanku tentunya akan lebih enak dibandingkan siswa laki laki.
Sangat jauh berbeda kini proses yang dilakukan, biasa langsung tatap muka, semua daring dan online jadi kita tidak bisa tertawa bersama lagi, pertanyaan kapan kita praktek pengolahan lagi sudah tidak terdengar, sudah berganti dengan pertanyaan kapan kita mulai sekolah?, kapan covid ini pergi ?, kami sudah rindu sekolah, kami rindu jajan di kantin dan banyak lagi pertanyaan tentang betapa rindunya siswaku masuk sekolah, bisa bertemu dengan teman teman, rindu dengan bapak ibu guru, rindu dengan suasana kelas yang ribut dan sejuta rindu lagi untuk segera sekolah. Rasa rindu yang membelenggu, melihat senyum dan tingkah polos siswaku kapan akan berakhir. Ketika ada ketentuan untuk tatap muka dilakukan tetap yang mata pelajaran yang ku ampu belum juga bisa terlaksana untuk tatap muka, dengan sangat terpaksa kutahan lagi rindu bertemu dengan siswaku itu. Berbagai cara dan teknik dilakukan untuk membuat pelajaran ini disampaikan sangat menyenangkan tetapi tetap saja muncul satu asumsi tidak seenak belajar langsung tatap muka, selalu ada yang kurang dan merasa tidak puas setelah melaksanakan proses pembelajaran, namun usaha tetap dilakukan agar senyum siswaku tetap kurasakan meskipun di dunia maya kita bertemu. Do’a selalu terselip pada yang Maha Kuasa semoga pandemi segera berlalu dan rindu kita bertemu segera terwujud, tidak hanya kamu yang rindu siswaku, kami juga rindu tatap muka.
Padang, 10 Agustus 2021
Tagur # H – 19 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
