Euis Nurjanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MAANTAAN TANDO (MENGANTAR TANDA)

MAANTAAN TANDO (MENGANTAR TANDA)

Indonesia sangat kaya dengan ragam tradisi dan budaya, tak terkecuali tradisi dan budaya di Minangkabau sangat kaya sekali dengan adat, tradisi dan budaya yang dimiliki. Seperti hari ini Ceu Inah berkesempatan mendampingi suaminya menghadiri acara "maantaan tando" dari anak sejawat suaminya, kesempatan yang tak disia siakan untuk mengenal dan mengetahui lebih jelas lagi bagaimana budaya "maantaan tando" di Minangkabau ini.

Maantaan tando ( mengantar tanda ) ini biasanya dilakukan oleh pihak keluarga perempua berkunjung ke kediaman keluarga laki laki, tapi karena sudah kesepakatan kedua belah pihak, kali ini dilakukan dengan keluarga laki laki berkunjung ke pihak keluarga perempuan, dengan tidak menghilangkan makna dan tradisi yang ada di dalam acara "maantaan tando"ini.

Kedatangan keluarga laki laki disambut dengan tata penyambutan yang dikemas sangat apik mengkolaborasikan tradisi dan budaya sedemikian runtutnya. Setelah kedua keluarga duduk bersama dengan dihadiri oleh ninik mamak (pemegang sako datuk secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem mitrilinel ) kedua belah pihak, dimulailah acara rangkaian acara diawali dengan penghantar kata, kemudian dilanjutkan dengan paretongan hari.

Paretongan hari adalah musyawarah antara kedua belah pihak untuk menentukan hari yang baik untuk menuju hari yang sakral dilangsungkan pernikahan. Selain itu disepakati juga hal hal lain yang akan menunjang dalam pelaksanaan pernikahan nantinya, seperti bagaimana untuk penjemputan muara pulai, bagaimana teknis penjemputan tersebut dan lain sebagainya. Menariknya, kedua belah pihak bersilat lidah dalam mencapai kesepakatan tersebut. Masing-masing pihak beradu argumen dengan berpetatah-petitih atau berbalas pantun. Musyawarah dengan metode berbalas pantun ini akan menghasilkan kesepakatan dari kedua belah pihak

Kesepakatan dalam perotongan hari selesai dilaksanakan, maka diserahlanlah tando dari kedua belah pihak untuk ninik mamak masing masing, acara dimulai dari pihak perempuan menyerahkan tando kepada pihak laki laki, setalah itu diserahkan pula tando dari pihak laki laki kepada ninik mamak pihak perempuan.

Acara selanjutnya adalah pemasangan cincin dilakukan oleh masing masing orang tua, orang tua laki laki memasangkan cincin di jari kiri pasangan perempuan, begitu juga sebaliknya orang tua perempuan memasangkan cincin di jari kiri pasangan perempuan. Acara dikemas sedemikian rupa dengan tanpa menghilangkan tradisi dan budaya yang ada, sampai acarapun selesai dan keluarga pihak laki laki undur diri dari kediaman pihak perempuan. Untuk selanjutkan acara akan dilanjutkan dengan pernikahan yang akan dilaksanakan pada hari yang sudah ditentukan dan disepakati oleh kedua belah pihak dalam paretongan hari tadi.

Padang, 12 September 2021

Tagur # H - 52 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post