SEMANGAT DI USIA RENTA
Panas teriknya kota ku di siang itu, tak menyurutkan renyahnya tawa canda yang tersemai dalam kebersamaan kami saat itu. Lontaran kata saling menyaut memancing tawa hadir diantara kami, bahagia pun terpancar dalam mengiringi niat tulus dari salah satu sejawat kami ini.
Pada salah satu sudut meja tempat kami melanjutkan tawa canda, tiba tiba datang seorang tua dengan membawa barang dagangannya berupa kripik pisang. Pusat perhatian kami tertuju padanya, rasa iba dan renyuh di hati muncul, betapa masih kuat sosok tua itu, meski usia sudah renta dan guratan keriput di wajahnya sudah nampak jelas, namun kakinya masih kokoh untuk berjalan dan tangannya masih kuat memikul beberapa kripik pisang di nampan yang akan dia jualnya.
Berjalan tertatih mendekati meja kami, sosok tua renta dengan sangat lihai menawarkan kripik dagangannya, empati muncul untuk sang tua renta, tak telak lagi beberapa kripik telah berpindah ke tangan kami, dan tak ayal nampannya sudah kosong hanya tinggal satu sisanya saja. Dengan senyum tanpa gigi di pipi yang kempot, sang renta pergi dan berlalu, dan berhenti di ujung salah satu sudut sisi ternyata sang renta menambahkan lagi kripik pisangnya sehingga nampannya telah penuh kembali. Usia renta ternyata tidak menghalangi semangat untuk berusaha desah tipis di hatiku sambil berlalu meninggalkan sang renta yang terduduk di depan barang dagangannya.
Padang, 29 Januari 2022
Tagur # 16 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
