Jejak Kaki Gerimis
Tantangan hari ke-205
# Tantangan Gurusiana
Sore itu Nina sedang menghitung buah Naga yang hendak dipetiknya besok pagi. Buah itu telah memerah semua. Terbayang oleh Nina wajah ceria temannya melihat ia membawa buah Naga. Saling berebutan dan tertawa bahagia. Tak lupa mereka menyisihkan untuk wali kelasnya hasil kebun di rumah masing-masing bila ada kesempatan berbagi di sekolah.
Cuaca malam hari sangat panas. Tak berapa lama kemudian turunlah hujan gerimis menyapa bumi yang disertai dengan padamnya listrik. Gelap sekelilingnya karena rembulan tertutup awan hitam. Nina jadi bingung, karena tak bisa mengerjakan tugas dan belajar. Padahal ada tugas dari guru yang belum dikerjakan Nina untuk diserahkan besok pagi.
Bangun lebih awal di pagi hari sebelum azan subuh berkumandang adalah kebiasaan yang dilakukan Nina semenjak sekolah putih dongker. Setengah tujuh adalah waktu Nina untuk berangkat ke sekolah. Nina pun sudah siap dengan gunting dan kantong yang akan digunakan untuk memetik buah Naga. Begitu Nina menginjakkan kaki di kebun Naga samping rumah, tatapannya menjadi hambar. Yang tinggal hanya jejak kaki bekas hujan gerimis semalam.
Solok, 5 Oktober 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan