Ernasari Fitriati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengenal Eniya Listiani Dewi

Mengenal Eniya Listiani Dewi

Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi lahir di Magelang pada tanggal 14 Juni 1974. Beliau adalah putri dari pasangan Hariyono dan Sri Ningsih. Beliau adalah salah satu ilmuwan dan peneliti perempuan Indonesia yang bergelut di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) selama berpuluh-puluh tahun, Menjalani kuliah S1 sampai dengan S3 di Waseda University, Jepang dan juga berhasil mendapatkan beasiswa S1 dari Science and Technology Advance Industrial Development (STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Atas prestasinya yang membanggakan, maka pada tanggal 30 November 2010 ia mendapatkan penghargaan Habibie Award dari The Habibie Center sebagai peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) atas ilmu rekayasa. Dia menjadi penerima Habibie Award atau Anugerah Habibie termuda sepanjang sejarah Habibie Award. Beliau juga menjadi satu-satunya wanita peraih penghargaan BJ Habibie Technology Award 2018 atas prestasinya mengembangkan teknologi Fuel Cell atau sel bahan bakar yang dihasilkan dari gas hidrogen bersumber biomassa limbah sawit.

Salah satu karyanya yang paling berguna dan berkontribusi bagi ilmu pengetahuan di dunia yaitu penemuan katalis baru untuk sel bahan bakar yang terbuat dari unsur vanadium. Katalis yang terbentuk menjadi terdiri dari 10 penyusun, yang seharusnya ada 2 penyusun. Tidak heran ia mendapatkan penghargaan Mizuno Awards dan Koukenkai Awards dari Waseda University dan Polymer Society Japan pada tahun 2003. Katalis temuannya menjadi terobosan baru zinc-air fuel cell (ZAFC) yang merupakan suatu generator penghasil listrik berbahan bakar logam dan oksigen.

Saat ini, Eniya merupakan peneliti di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya, ia merupakan bagian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT), yang kemudian dilebur menjadi lembaga riset BRIN. Rangkaian riset yang dikerjakan terkait dengan material untuk energi baru hidrogen diantaranya adalah material polimer dan katalis untuk oksigen baterai dan fuel cell. Kegiatan selama ini adalah melakukan riset bersama dengan tim yang terkait nano-material polimer elektrolit, nano-katalis pereduksi oksigen, pengembangan teknologi manufaktur fuel cell, pengembangan produksi hidrogen yang nantinya akan menunjang impian Eniya untuk menciptakan Hydrogen City dimana semua sumber daya energinya untuk kelistrikan dan transportasi berasal dari energi hidrogen. Dari hasil karyanya Eniya mendapatkan penghargaan baik di tingkat nasional maupun international.

(Dari berbagai sumber)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post