Kisah Lalu
Yessi membanting pintu kamar karena marah mendengar teguran dari Kasih, kakaknya. Yessi tak terima kalau dia diminta putus dari Hendra. Dia merasa Hendra adalah sosok yang membuat hidupnya terasa begitu sempurna. Apalagi banyak orang yang bilang kalau mereka berjodoh karena wajah mereka mirip.
Sambil menangis di kamar, Yessi menelepon Hendra dan memintanya datang. Dia ingin pergi dari rumah saat itu juga. Sejak kedua orang tua mereka meninggal, Yessi memang pindah ke kota tempat Kasih bekerja. Usia mereka yang terpaut hampir enam belas tahun, membuat mereka kurang dekat satu sama lain. Apalagi Yessi merasa Kasih terlalu banyak membatasinya melebihi kedua orang tua mereka. Sudah banyak pertengkaran yang terjadi dan akhirnya Yessi membulatkan tekad untuk mencari kos.
Kasih kaget melihat Yessi membawa tas dan koper hendak pergi dari rumahnya. Dia berusaha menahan tapi Yessi melawan hingga mereka pun bertengkar. Pertengkaran mereka terhenti mendengar ketukan di pintu. Yessi bergegas membukanya dan menghambur ke pelukan Hendra yang datang. Dengan geram Kasih menarik Yessi dan menatap tajam mata Hendra penuh benci. Hendra tampak membeku dan tak bisa bicara. Sambil menghapus air matanya, Kasih berkata, “Yessi sebenarnya bukan adikku. Dia adalah anak kita, anak yang kau minta digugurkan dulu.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
