Ernasari Fitriati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengenal Korri El Khobar

Mengenal Korri El Khobar

Korri El Khobar  merupakan sosok peneliti perempuan yang aktif di dunia penelitian ilmiah terutama tentang penyakit hepatitis, dan beberapa kali mendapat penghargaan internasional.

Ketertarikan Korri untuk menjadi peneliti sebenarnya sudah mulai muncul sewaktu ia kuliah S1 di Departemen Biologi FMIPA, Universitas Indonesia. Namun, Korri baru memulai karir sebagai peneliti pada tahun 2006 sejak bergabung dengan Lab Hepatitis, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Pada 2012 lalu, Korri El Khobar pernah memperoleh research fellowship untuk melakukan penelitian mengenai kanker hati akibat virus hepatitis B di Liver Research Centre, Trieste, Italia, selama 6 bulan.

Pada 2014, ia juga mendapatkan beasiswa University of Sydney Internasional Scholarship untuk studi doktoral di University of Sydney, Australia mengenai mekanisme patogenesis virus hepatitis C.

Ketika mulai kuliah, Korri datang membawa usul penelitian kaitan lemak di hati penderita hepatitis C dengan penyakit tersebut. Ia menyangka infeksi penyakit tersebut bisa menimbulkan kumulasi lemak di hati. Penelitian tersebut mandek karena reagen yang dibutuhkan tak diperoleh. Ia sempat dihinggapi frustrasi. Tapi ia teringat bahwa beasiswa kedokteran dari University of Sydney International Scholarship yang diperolehnya bisa dicabut jika kuliahnya melewati batas waktu. Korri tinggal punya sekitar tiga setengah tahun lagi untuk menyelesaikan studi. Maka ia pun membaca lebih banyak buku. Ia juga menjadi lebih kerap berdiskusi dengan profesornya dan meminta wejangan. Dari hasil diskusi tersebut, akhirnya Korri menemukan ide penelitian baru.

Ia melakukan penelitian tentang penggunaan status metilasi Polo Like Kinase 1 (PLK1) sebagai biomarker untuk deteksi awal karsinoma hati seluler atau hepatocellular carcinoma (HCC) pada penderita infeksi virus hepatitis B dan C kronis di Indonesia. Gen PLK1 yang ada di dalam tubuh manusia akan berubah saat ada virus hepatitis masuk ke dalam tubuh. Jika sudah terinfeksi virus, gen ini akan memberikan tanda atau gejala yang akan mengarah kepada keganasan suatu penyakit hati. Dengan temuannya itu, Korri ini memiliki keinginan untuk merancang suatu kit diagnostic yang bisa digunakan untuk mendeteksi penderita kanker hati.

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post