Cincin Tunangan
“Jangan ngambek gitu, Dimas. Aku akan minta putus nanti malam. Tenang aja ya, Sayangku…. ” Rayu Tita di telepon. Dimas hanya bisa mengiyakan apa kata Tita. Sudah lama Dimas mengagumi Tita dan dia begitu bahagia ketika Tita mau menerima cintanya walau tahu Tita sudah punya kekasih. Mereka pun diam-diam sering bertemu dan jalan berdua. Dimas rela menjadi orang ketiga selama dia dan Tita bahagia.
Setelah sekian lama menunggu, malam ini Tita berjanji akan putus dengan pacarnya. Dimas merasa begitu bahagia dan mempersiapkan makan malam yang indah. Dia berniat akan mengumumkan pada dunia kalau Tita sekarang miliknya. Bahkan Dimas sudah mempersiapkan cincin untuk melamarnya.
Sambil bernyanyi kecil, Dimas masuk ke restoran dan langsung menuju tempat yang sudah dipesannya. Meja tampak dihias dengan indah dan romantis. Dengan hati berbunga, Dimas mengedarkan pandangannya. Tampak ada keluarga besar yang sedang berbahagia dan merayakan sesuatu. Dimas kembali tersenyum karena membayangkan sebentar lagi dia akan seperti mereka, merayakan lamarannya pada Tita. Ketika akan ke kamar kecil, Dimas harus melewati keluarga itu. Tak sengaja matanya menatap pasangan yang sedang diberi ucapan selamat dari keluarga mereka. Seketika tubuhnya membeku. Terlihat Tita sedang dipeluk kekasihnya dan tertawa bahagia sambil memamerkan cincin tunangannya pada semua orang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
