Larangan Berbuat Zina
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)
Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang hamba-hamba-Nya berbuat zina, begitu pula mendekatinya dan melakukan hal-hal yang mendorong dan menyebabkan terjadinya perzinaan.
Ibnu Abud Dunia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ammar ibnu Nasr, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam dari Al-Haisam ibnu Malik At-Ta-i, dari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam yang telah bersabda: Tiada suatu dosa pun sesudah mempersekutukan Allah yang lebih besar di sisi Allah daripada nutfah (air mani) seorang lelaki yang diletakkannya di dalam rahim yang tidak halal baginya.
Setidaknya ada tiga akibat perbuatan intim di luar nikah yaitu :
Pertama, perbuatan zina akan membuat Allah sangat murka
Pasalnya, Allah sangat membenci perbuatan zina dan telah melarang umat-Nya melakukan perzinahan yang sangat buruk dan tercela. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32). Akibat kemurkaan-Nya terhadap perbuatan zina, Allah tak segan-segan menghukum para pelaku zina di dunia. Kedua, zina akan menghilangkan cahaya dan keindahan dari wajah seseorang.
Bahkan Allah akan membuat aura wajah seseorang yang gemar berzina menjadi gelap. Sebab Allah hanya akan memancarkan cahaya pada wajah orang yang gemar berbuat kebaikan. Sedangkan Allah akan memudarkan cahaya di wajah para pembuat dosa sehingga hanya gelap dan muram yang akan tersisa. Hal tersebut telah Allah sebutkan dalam surat Yunus ayat 27.
Ketiga yang paling berbahaya yaitu perbuatan zina dapat membuat pelakunya kekal di neraka
Hal tersebut akan menimpa para pelaku zina yang enggan bertaubat dan enggan menyesali perbuatan mereka. Pasalnya, Allah telah menyiapkan neraka sebagai azab bagi para pelaku zina. Bahkan azab tersebut akan dilipatgandakan di hari kiamat kelak sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Furqan ayat 68-70.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
