Pacar Online
Beberapa bulan lalu, saya dan rekan guru memanggil anak pindahan. Ceritanya dia memblokir nomor mantannya dari sekolah lama tapi akibatnya teman barunya di sini diteror oleh mantannya tersebut. Setelah kami klarifikasi, kami minta dia bicara baik-baik dengan mantannya agar jangan sampai masalah mereka mengakibatkan keresahan.
Setelah selesai, saya iseng nanya dia punya pacar ga. Dia cerita kalau sudah punya pacar baru yang sekolah di Bangkalan Madura. Mereka ketemu di tik… Saya cuma bisa menasihati agar hati-hati dalam pergaulan.
Anak sekarang kok suka ya pacaran online? Ga pernah ketemu, ga pernah jalan bareng tapi mengakui kalau mereka pacaran. Cuma berkomunikasi lewat gawai, mereka merasa saling mengerti dan memiliki. Mungkin ini salah satu penyebab banyak kasus anak yang hilang atau kabur karena diajak teman di medsos. Tidak tahu sifat aslinya seperti apa, mereka terbujuk untuk pergi bersama. Ngeri kalau sudah begini.
Kadang pacar online-nya bukan satu orang saja tapi sampai beberapa orang dari tempat berbeda. Apa kesetiaan sudah tak ada lagi artinya? Ditambah kalau ada masalah, berakibat alpa sekolah. Oh iya, saya dengar anak pindahan itu ternyata jalan bareng lagi sama mantannya. Lha?!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
