Banyak Maunya
Anto sedang asyik mengetik laporan di kamar kos ketika Andi datang lalu rebahan di kasurnya sambil bercerita tentang kampungnya saat mudik kemarin. Andi prihatin dengan keadaan masjid di kampungnya yang makin sepi setelah Ramadhan ini karena banyak orang yang kembali sibuk dengan urusannya masing-masing dan jarang ke masjid. Sambil menghela napas, Anto juga mengiyakan kondisi ini lalu berkata, “Kita sebagai manusia memang banyak maunya tapi ibadah semaunya.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
