Mencoba Nasi Rawon
Si kuncir dua alias anak tengah saya mungkin termasuk anak yang pilih-pilih makanan. Kalau makanan ga sesuai selera dia, mending ga makan. Jadi kalau misal mau pesan makan, pasti nanya dia dulu mau pesan ke mana. Padahal waktu kecil, dia mau makan apa saja. Sama sayur bening, ikan asin, telur atau mencoba menu lain, dia mau saja. Namun sejak SD, mulai deh gerakan pilih makanan. Kalau lebaran saja, yang lain makan dengan rendang dan opor, dia cukup dengan ceplok telur. Hadeuuh hehe…
Namun sekarang, ada pelajaran wirausaha yang membuat dia mau tak mau mencicipi berbagai makanan. Tahun ini disuruh membuat berbagai makanan dan minuman tradisional. Ada yang membuat sendiri atau cuma merekam pembuatannya. Mungkin karena ga enak sama temannya, dia mau saja disuruh makan ini itu.
Barusan dia pulang kerja kelompok membuat nasi rawon untuk praktik besok Senin di sekolah. Dibimbing oleh ibu temannya, mereka berlatih membuat dan mencobanya. Buat dia, rasanya jelas aneh dan ga cocok di lidah, ada pahit-pahitnya katanya. Pulang dari sana, dia langsung makan jajanan manis katanya buat menghilangkan rasa nasi rawon di lidah dan tenggorokannya. Saya hanya tertawa dan menasihatinya kalau banyak rasa di masakan Indonesia. Semoga praktik lain kali, dia bisa mencoba makanan tradisional lainnya. Biarlah dia protes minimal dia sudah pernah merasakannya hehe….
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
