Bukan untuk Dimiliki
Ratna datang ke kantor dengan penampilan yang memukau karena apa yang dia pakai dari ujung rambut sampai ujung kaki dipenuhi dengan barang mahal semua. Sinta hanya tersenyum ketika Ratna memamerkan barang-barangnya tersebut karena dia tahu berapa penghasilan Ratna dan berapa angsuran yang harus dsetorkan setiap bulan untuk barang-barang mewah tersebut. Ketika Anto bertanya apakah Sinta ingin beli tas mahal seperti punya Ratna, dia hanya menggeleng karena tahu kemampuan dompetnya lalu sambil tersenyum Sinta berkata, "Ada kalanya sesuatu yang indah itu cukup hanya dilihat dan dikagumi, bukan untuk dimiliki."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
