Tingkatan Taubat
Tingkatan Tobat yaitu :
1. Taubat dari dosa besar.
Ada 7 dosa besar, salah satunya syirik. Menurut Imam As-Sanusi membagi syirik menjadi 6 tingkatan, 4 di antaranya dihukumi sebagai kafir dan 2 di antaranya sebagai orang fasik. Ada syirkul asbab, syirik yang karena seseorang anak manusia menganggap ada sebab lain selain Allah dalam menentukan kebahagiaan atau menentukan kerusakan. Kemudian syirkul aghradh, artinya syirik karena kita punya tujuan yang lain, misalnya salat agar dikatakan orang 'alim atau ahli ibadah.
2. Taubat dari dosa kecil
Abdullah bin Abbas berkata, tidak ada dosa besar jika dihantam dengan istighfar, dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus.
3. Taubat dari hal yang dimakruhkan.
Contohnya banyak makan bawang. Dari Jabir bin Abdillah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab Malaikat merasa terganggu dengan bau yang mengganggu manusia." (HR Muslim No. 564).
4. Taubat dari menyelisihkan hal yang utama.
Contohnya kita bisa salat dengan pakaian yang bagus tapi memilih kaus oblong, atau kita bisa salat dengan pakaian bersih tapi memilih dengan berpakaian kotor.
5. Taubat dari perasaan sudah dekat dengan Allah Ta'ala.
Rasulullah pernah ditanya, Ya Rasulullah dari semua orang Islam yang salat, puasa, haji, zikir, dan yang mengurus kajian, mana yang paling utama? Rasulullah menjawab: "Orang yang paling mulia adalah yang sedikit menyakiti orang lain".
6. Taubat dari merasa tobatnya sudah benar.
Taubat kita wajib ditaubati, istighfar kita wajib kita istighfari. Tangisan tidak pernah menjadi barometer ukuran diterimanya taubat seseorang. Jangan sampai punya perasaan bahwa kita lebih mulia atau paling dekat dengan Allah.
7. Taubat dari pikiran yang tidak diridhai oleh Allah.
Misalnya sempat berpikir mau berzina, mencuri, membunuh, dan lain-lain. Harus ditaubati meski tidak melakukannya..
8. Taubat karena lupa mengingat Allah walau sekejap mata.
Bagi para wali Allah lupa bertaubat itu dosa. Jangan sampai lupa bertaubat dan istighfar. Logika husnul khatimah adalah hari ini lebih baik dari kemarin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
