Lelahmu Dibayar Tunai
Karya : Ernawati, S.S
Tantangan Hari ke-12
#Tantangan Gurusiana
Berpuluh tahun di album kenangan
Tersimpan rapi
Masa itu jauh dari cukup
Tak mengurangi semangat juangmu
Meski kau belah malam
Demi menyusuri jejak langkah mimpi
Merangkak setapak demi setapak walau kakimu penuh air mata
Perut dan dahaga sering kali menyapa
Kau tahan demi sebongkah ijazah
Tekadmu pasti impianmu nyata
Harkat martabat keluargamu kau tinggikan
meski darah dan air mata bercucuran
pendidikan bagimu tiada tara
kini kau telah mendapatkan buahnya
lelahmu terbayar tunai,
waktumu berganti madu
Kubang, 25/1/20
Suapannya Mengenang Rindu
Karya : Ernawati, S.S
Keterbatasan ekonomi dan ketiadaan
Tidak melemahkan niatku
Untuk selalu berkarya
Pendidikan bagiku segalanya
Walau mereka mencibir, menghujat dan menghina
Tekadku bulat, meskipun ayah seorang penjual ayam kampung keliling
Memutari sepedanya seorang diri
Dari pagi hingga senja menjelang
Raut keluh kesah tak pernah kujumpai
Penghasilannya tak berbilang, pas untuk makan alhamdulillah
Ibu mengurus rumah
Tak berpenghasilan, uang baginya bukan segalanya
Anak baginya yang utama
Pagi menjelang tangannya berlomba bersama waktu
Suapannya mengenang rindu
Menghantarkan kami menjadi terdepan
Onak duri sering menghampiri
Pelecut semangat kami
Alhamdulillah ibu selalu setia
Menapakki cita-cita buah hatinya.
Ridho orang tua rhido Allah
Terimakasih, jasamu tiada duanya sepanjang hayat.
Rumah impian, 25/1/2020
Di Tangan Lusuhmu Terpendam Berlian
Karya : Ernawati, S.S
Tangan penuh luka menjawab setiap keluh kesah kami
Tiga bersaudara dihantarkan sampai ke gerbang
Menapakki setiap sudut ibu kota
Sementara ia bergelut dengan aroma debu dan keringat
Lelah menusuk tak dihiraukan
Kaki bajanya kokoh menacap ke bumi
Kerutan usia terbaca dari aroma tubuhnya
Putra putrimu engkau iringi dengan doa
Melepas kami menjadi sarjana
Tak seorangpun kan menyangka
Di Tangan lusuhmu terpendam berlian
Sayang, belum sempat engkau menikmati jerih payahmu
Sang Khalik memanggilmu
Tuhan lebih menyayangimu Ayah
Terimakasih buat segalanya
Doa kami selalu menyertai langkahmu.
Kubang, 25/1/2020
Jannah Bersamamu Guru
Karya : Ernawati, S.S
Senyuman tulus memancarkan keabadian
Uluran jentik jari-jari menari di atas ketas putih
Kertas penuh warna kau semai kembali
Warna-warni kehidupan kau untai menjadi bermakna
Hingga untaian kata membentuk syair berirama
Terasa merdu serasi bak buluh perindu
Lembut membelai setiap insan
Menaruh harapan pada setiap nama
Mengaharap karena allah
Iklasmu tak terbalas
Janjimu terpatri selalu
Jasamu tanpa tanda jasa, guruku
Bersamamu kami ada
Bersamamu dunia menerima
Bersamamu akhirat terbuka
Bersamamu kita di jannahNya
Istana impian, 26/1/2020
Kembalikan Indonesiaku
Senja menjelang petang nuraniku terkoyak
Dunia pendidikan tercoreng
Masalah etika dan moral menggema
Siswa siksa gurunya sampai tewas
Siswa pukul gurunya hingga babak belur
Siswa selingkuhi gurunya
Siswa pacari gurunya
Ada apa denganmu bangsaku
Dimana nyalimu
Dimana matamu
Apa yang sudah terjadi
Adab dan peradaban dijunjung tinggi
Hukum menjadi tumpuan seakan jadi candaan
Pendidikan diagungkan namun tak dihiraukan
Mana janjimu untuk ibu pertiwi
Haruskah Indonesia mati demi para korupsi
Haruskah bumi persada merana menahan dosa
Haruskah alam marah menanggung beban nestapa
Kembalikan Indonesiaku
Kembalikan pancasila ku
Kembalikan Merah putihku
Kebalikan Bhineka tunggal ika ku
Kembalikan Bahasa Indonesiaku
Damailah Indonesiaku, bersatu bangsaku.
Kubang, 26/1/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan