Boneka Buat Tira
Tantangan Hari ke-41
#TantanganGurusiana
“ Ini punya ku, ini punya ku,” teriak Tira di keheningan malam yang dingin hingga menusuk ke tulang. Tak sengaja Citra sang kakak pun terbangun dari tidur lelap nya,dia melihat jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari , ia mengguncang tubuh adek nya dengan kuat.
’’Kak, tolong ambilkan boneka itu buat Tira,’’ ia merengek namun matanya masih tertutup rapat.
’’Tira... Tira... bangun...bangun dek, kamu mimpi ya,’’ucap Citra sambil menggoncang tubuh adeknya itu. Tira pun terbangun dari mimpi nya, Tira bercerita dengan kakak nya apa yang baru saja dia alami.
Citra dan Tira kakakk beradik ini tinggal bersama neneknya. Ibu dan ayah mereka telah lama meninggal dunia disaat mereka masih kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil yang jauh dari keramaian. Citra berumur 12 tahun, sedangkan Tira baru berumur 5 tahun. Nenek mereka berjualan kue keliling. Dari hasil penjualan kue itu mereka bisa bertahan hidup sedangkan Citra masih duduk di kursi kelas enam SD.
Di setiap malam Tira selalu saja memimpikan boneka bebek kesayangannya itu. Boneka itu sudah lama ia idam-idamkan. Citra kakaknya pun merasa iba melihat adiknya. Keesokan hari nya Citra pun duduk di penghujung jalan sambil melihat hebohnya keramaian senja. Sembari merenung kan kisah hidup yang dialaminya, terlitas di benaknya dia akan berjualan kue membantu neneknya dan menyisihkan uang jajannya untuk membelikan boneka untuk adeknya.
Setiap berangkat sekolah Citra selalu berjualan kue, sebagian kue ia titipkan di kantin sekolahnya. Sebagiannya lagi ia jual kepada teman-temannya di jam istirahat. Citra selalu berdoa kepada tuhan agar usahanya menjadi berkah untuk nenek dan adiknya. Setelah beberapa hari ia berjualan kue alhamdulillah uang sudah terkumpul, untuk membeli boneka adiknya. Citra kemudian bergegas pergi ke toko boneka dan membeli boneka untuk adiknya.
Hampir saja sampai di toko boneka, terdengar suara orang memanggil namanya. Ia pun menghentikan langkah nya.
’’Dek, nenek mu kecelakaan,’’ ucap seseorang memberitahu. Bagai disambar petir di siang bolong, darah Citra berdesir hebat. Seolah bumi berputar kencang, matanya nanar. Sejenak ia baru tersadar ia harus menemui neneknya. Langsung ia berlari mencari ojek menuju rumah sakit. Menurut laki-laki tadi rumah sakitnya tidak jauh dari rumahnya. Ketika sampai di rumah sakit dokter pun memanggilnya dan memberikan resep obat untuk nenek nya.
“Pak Dokter, bagaimana keadaan nenek saya ?” ujar Citra cemas. Dokter itu terdiam sesaat.
“Alhamdulillah nenekmu, sudah siuman. Beliau sudah melewati masa kritisnya,”ujar dokter berlalu. Tak henti Citra mengucap rasa syukur, untung neneknya masih selamat ujarnya dalam hati. Sekarang ia bingung bagaimana cara menebus obat nenek, sementara uangnya hanya untuk membeli boneka untuk Tira. Akhirnya tanpa pikir panjang Citra langsung menebus obat itu dengan uang beli boneka itu.
“Saat ini nenek harus selamat, boneka untuk Tira bisa nanti,” ujarnya dalam hati.
selesai mengambil obat dari dokter dia pun pulang bersama nenek nya.Citra kembali duduk di penghujung jalan sembari memikirkan bagaimana lagi cara membeli boneka untuk Tira,sementara nenek mereka tidak mampu lagi untuk berjualan kue.Mau tidak mau sekarang Citra harus jadi tulang punggung keluarga nya.Dia harus bekerja setiap pulang sekolah .
Mulai hari ini Citra akan bekerja dan berjualan kue setiap pulang sekolah.Setiap pulang sekolah dia berjualan kue dan bekerja menjadi semir sepatu,dari hasil kerja Citra lah mereka bisa hidup.Alhamdulillah karena dia selalu berdoa terhadap tuhan dia selalu di beri bekah yang baik dan cukup untuk dia,nenek,dan adek nya.Hari hari berat pun telah berlalu Citra yang sangat giat bekerja kini telah mengumpul kan uang untuk membeli boneka adek nya.
Pada siang itu dia telah berniat untuk membeli boneka adek nya setelah pulang sekolah.Ketika bel pulang berbunyi terdengar nama Citra terpanggil untuk datang ke kantor,ternyata buku buku sekolah Citra belum di lunasi sementara itu ujian semester semakin dekat. Terpaksa lah dia membayarnya dengan uang yang ingin dia gunakan untuk membeli boneka adik nya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan