Guru AKI (aktif, kreatif dan inovatif) di Rindu
Tantangan Hari ke-30
#TantanganGurusiana
Hampir setiap masuk kelas penulis sering mendengar siswa mengeluh tugas banyak, setiap hari ada PR, setiap guru memberi tugas dan berbagai alasan lainnya. Pagi itu ada siswa yang terlambat masuk jam pelajaran penulis. Lalu penulis meminta mereka menuliskan puisi tentang mengapa terlambat. Dari puisi yang dituliskan mereka mengaku tidur sudah larut malam alasannya mengerjakan tugas. Lucunya lagi ada yang menjawab.
“Hanya sama ibu yang tidak ada tugas hari ini Bu, semua ada PRnya”. Penulis terdiam sejenak.
“Apa ? yang benar. Barangkali kalian suka menumpuk mengerjakan tugas,” jawabku.
“Tidak Bu, “ ujar mereka serentak.
Ilustrasi di atas membuat penulis merenung sendiri. Apakah salah guru memberi tugas ke siswa sementara setiap mata pelajaran dituntut oleh kurikulum untuk menuntaskan materi yang memang lumayan padat. Apalagi jumlah mata pelajaran juga terbilang tidak sedikit. Siswa dituntut untuk menguasai semua ilmu tersebut. Apalah daya seorang guru mengajarkan materi pelajaran begitu padat dengan waktu terbatas. Sementara semua materi harus tersampaikan atau diketahui oleh siswa. Cara yang paling ampuh agar peserta didik tetap belajar dan membaca adalah dengan memberikan tugas.
Ternyata cara seperti itu menambah beban bagi siswa. Membuat mereka mengeluh, sering tidak mematuhi peraturan seperti terlambat dan tidak jujur dalam membuat tugas. Menurut penulis ada baiknya jika pendidik mengganti teknik proses belajar mengajarnya. Misalnya membuat media pembelajaran atau model pembelajaran yang bervariasi. Materi pelajaran tersampaikan, konsep dasar materi-materi tersebut mampu mereka pahami dengan baik. Sebab guru menyampaikan pelajaran dengan media yang efektif dan menyenangkan. Sehingga beban tugas siswa akan berkurang dengan sendiri.
Seandainya guru mau melakukan hal seperti di atas penulis yakin keluhan siswa tidak akan terdengar lagi. Apalagi guru menciptakan media pembelajaran yang menarik tentunya proses pembelajaran tidak akan membosankan. Seluruh siswa terlibat langsung dalam memainkan media tersebut. Tidak perlu lagi guru memberi tugas kepada siswa. Sebab mereka sudah paham dan mengerti dengan pelajaran yang diajarkan.
Jadi menurut hemat penulis guru harus aktif, kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar supaya siswa juga merasa senang dan mau belajar. Tidak perlu lagi pekerjaan rumah (PR) tiap kali pertemuan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan