(Sesi 3) Dibalik Cerita Sagu Sabu KPPL Kemenag Kab. Lima Puluh Kota
Tantangan Hari ke-22
#TantanganGurusiana
Dalam Proposal pelatihan penulisan buku sagu sabu KPPL Kemenag Kab. Lima puluh Kota tersebut peserta direncanakan maksimal hanya 150 orang. Alhamdulillah pada hari H peserta melebihi kuota tersebut. Ada perasaan cemas bercampur gembira dari semua panitia terutama pada diri ketua sendiri. Satu sisi penulis bersyukur ternyata antusias para guru dan masyarakat umum semakin tinggi untuk belajar menulis buku. Terbukti dengan masih adanya peserta yang mendaftar pada hari H padahal sebelumnya ia belum mendaftar secara online. Apalagi ada peserta berasal dari luar Kabupaten Lima Puluh Kota seperti dari Kab. Dhamasraya dan Kota Bukittinggi serta Payakumbuh. Tidak tega panitia menolak peserta padahal mereka datang dari jauh demi meraih sebongkah ilmu dan pengalaman, kasihan jika mereka ditolak disuruh pulang kembali. Akhirnya mereka tetap di terima dan dipersilakan untuk mengikuti kegiatan selama 2 hari.
Berbagai cerita penulis lalui bersama panitia. Kerjasama tim betul-betul terasa mulai dari perencanaan. Sebelum Hari H ketua bersama semua panita saling melaporkan sampai dimana persiapan. Termasuk menghubungi semua peserta yang sudah mendaftar online tetapi belum transfer. Untuk memastikan apakah sudah cukup atau belum jumlahnya. Semua panitia bekerja keras agar kuota peserta terpenuhi. Ada perasaan khawatir sebenarnya sebab seminggu sebelum hari H peserta fix atau yang sudah selesai registrasi semuanya belum mencapai 150 orang. Bapak Kasi Penmad selalu memberikan suport dan dukungan tarkala ketua bersama sekretaris perihal tersebut kepada beliau. “ Bapak optimis kegiatan ini akan sukses Buk Ketua,” ujar Beliau saat ditemui di ruang kantornya. Mendengar ucapan beliau penulis bertambah percaya dirinya dan berusaha keras untuk menguwujudkan dukungan Kasi penmad tersebut.
Undangan disebar terutama untuk Bapak Kanwil Kemenag Sumbar Bapak H. Hendri untuk membuka acara sekaligus sebagai Keynote speaker. Bersama dengan Bapak Kemenag juga panitia mengundang Bupati Lima Kota untuk menghadiri pembukaan kegiatan tersebut. Termasuk ketua KPPL Kemenag Sumbar serta semua ketua KPPL Kab. Kota se-Sumbar tidak lupa untuk mengundangnya. Masing-masing seksi bergerak untuk mengerjakan tugasnya. Tidak ada panitia yang saling menunggu atau cueks. Mereka semua berkerja sesuai job nya masing-masing. Seksi Acara berusaha menyusun acara, seksi konsumsi memikirkan apa makanan yang akan dibeli agar semua peserta betah. Seksi humas dan publikasi sudah gencar mempromosikan setiap rangkaian acara mulai persiapan sampai hari H. Begitu juga dengan seksi-seksi lainnya. Semua panitia saling berkoordinasi denga ketua tentunya. Masing-masing paham dengan tugas mereka, sehingga boleh dikatakan semua berjalan rukun lancar dan sukses. Terima kasih tim Pelita, nama tim disepakati bersama oleh panitia.
Pelita kepanjangan dari Penggiat Literasi Lima Puluh Kota. Semoga betul-betul menjadi pelita dalam kegelapan. Penerang bagi semua. Salam lierasi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan