Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ulah Seekor Ayam

Tantangan Hari Ke-28

#Tantangan Gurusiana

Di sebuah kampung ada seorang pedagang memelihara beberapa anjing. Anjingnya biasa ia gunakan untuk menjaga warungnya dari para pengunjung yang hendak berbuat jahat. Maklum mereka tinggal di daerah pinggiran. Pedagang tersebut memiliki tetangga peternak ayam berjumlah ratusan. Setiap hari ayam-ayam tersebut di lepas di belakang rumahnya. Meskipun sudah dipagari tinggi oleh peternak, anjing-anjing pedagang itu sering mengejar bahkan sampai memakannya.

Peternak itu sudah sering mengingatkan pedagang agar mengikat anjingnya. Supaya ayam-ayam peternak itu aman dan tidak diganggu lagi. Kelihatannya pedagang kurang mengindahkan. Akhirnya peternak karena kurang sabar, ia pergi melapor ke kepala desa. Sampainya ia di kepala desa ia menceritakan semua peristiwa yang dialaminya. Kepala desa tersebut mendengarkan cerita peternak tersebut dengan saksama dan berkata,” Saya bisa saja menindak keras pedagang itu agar anjing-anjingnya di kandangkan atau diikat supaya tidak bebas berkeliaran. Tapi anda akan kehilangan tetangga sekaligus sahabat dekatmu. Disamping itu anda akan mendapatkan seorang musuh. Mana yang anda suka, sahabat atau musuh jadi tetanggamu?”

Peternak ini berpikir panjang, kemudian menjawab ia lebih suka mempunyai sahabat.

“ Jadi kalau begitu saya akan menawari sebuah solusi sebaiknya anda selalu mengawasi dan menjaga ayam-ayam anda agar tetap aman. Tetangga anda juga bisa jadi teman selamanya.”

Mendengar hal itu peternak setuju. Kemudian pulanglah peternak tersebut ke rumahnya, segera ia melaksanakan solusi dari kepala desa tadi. Ia menangkap 5 ekor ayam terbaiknya, lalu ia berikan kepada 3 orang anak tetangganya. Mereka menerima dengan suka cita dan mulai merawat ayam tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya si pedagang membuat kandang untuk anjing-anjingnya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menganggu dan menerkam ayam-ayam peternak tersebut.

Sering pedagang tersebut memberikan makanan kepada peternak dan keluarganya sebagai balas budi. Begitu juga dengan peternak telur-telur ayamnya hampir tiap minggu selalu ia bagi ke tetangganya itu. Singkat cerita tetangga itu menjadi sahabat yang baik.

Dari cerita di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa jika kita berbuat kebaikan maka kita akan mendapatkan kebaikkan yang lebih besar. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan maka kita akan menerima kejahatan yang setimpal pula. Cara terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang lain adalah dengan kebaikan. Marilah mulai dari sekarang menebar kebaikkan dimana pun anda berada. Semoga bermanfaat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post