Guru yang dirindu
Tantangan Hari ke-73
#TantanganGurusiana
Guru adalah sosok yang sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan peserta didik nya. Jika diihat dari niat seorang guru bisa dikategorikan menjadi dua menurut Aris Ahmad Jaya. Ada guru betulan dan ada guru kebetulan. Guru betulan ini memang seorang guru yang diidamkan. Guru yang memiliki energi positif untuk mengajar, guru yang memiliki energi untuk bertemu dengan siswa, dan energi untuk menularkan keilmuannya kepada anak didiknya. Artinya guru betulan memang guru yang diinginkan. Beda halnya dengan guru kebetulan dimana iya itu kebetulan ada lowongan menjadi pengajar maka dia menjadi guru, kebetulan lulus dari universitas dan sambil menunggu pekerjaan maka dia melamar menjadi guru, dan karena kebutuhan kita terima makanya akhirnya menjadi Guru Seterusnya kebetulan ada Yayasan orang tua yang butuh guru. Sehingga mau tidak mau harus melanjutkan impian orang tua akhirnya menjadi guru dan pendidik di Yayasan itu. Kebetulan ada temen yang mengajak dari pada menganggur maka menjadi guru. Apakah guru kebetulan itu salah ? Salah kalau kebetulannya terus menerus dan tidak mau belajar. Namun kadangkala guru kebetulan lebih dirindu dari pada menjadi guru betulan. Kenapa karena ketika dia mau belajar mau mengerti bahwa ini bagian sebuah proses yang harus dihadapi. Dan kadang-kadang guru kebetulan pun bisa menjadi guru yang dicintai sebab ia sebagai guru yang menyelami kegiatan belajar mengajar dengan sungguh-sungguh karena dia menyadari bahwa ia harus belajar dan tetap belajar menjadi guru yang baik. Yang jadi masalah adalah ketika guru tersebut tidak mau menerima profesinya sebagai seorang guru. Tidak salah ketika seorang guru menerima profesinya ini sebagai bagian dari sebuah pilihan mulia, mau memberi pembelajaran dengan cara yang baik dan menyenangkan menginspirasi anak didik dan mencintai mereka. Jadi dapat disimpulkan sesungguhnya guru betulan maupun guru kebetulan buahnya akan manis manakala dia mau belajar dan tidak merasa sudah hebat. Apa artinya guru betulan namun tidak mau belajar menyampaikan asal-asalan dan menyesali pilihan hidupnya. Karena itu berbahagialah dan bersyukurlah para guru yang mau menginvestasikan waktu untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Sehingga betul-betul menjadi guru yang dirindukan kehadirannya untuk memberi pembelajaran. Semoga kita semua dapat menjadi guru yang dirindukan kehadirannya, kepergiannya, guru yang menginspirasi, dan guru yang menyenangkan baik. Pembelajaran apapun yang kita berikan kita adalah kurikulumnya karena kita adalah guru yang menyenangkan dan diizinkan. Mudah-mudahan hal ini mampu dipraktikkan dan diridhoi oleh Allah SWT.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan