Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Semua Ada Hikmahnya (Jalan Menuju Kemenagan)

Tantangan Hari ke-66

#TantanganGurusiana

Sebulan ini penulis sedang diuji kesabaranannya. Rasa sakit diderita oleh orang-orang terdekat penulis. Secara bergantian orang-orang tercinta jatuh sakit. Penulis yakin sekali dengan kata-kata Allah SWT dalam Al Quran bahwa tuhan memberikan beban sesuai kemampuan umatnya. Itulah kalimat yang selalu membuat penulis kuat dan sabar hingga ujian demi ujian alhamdulillah penulis lewati dengan senang hati.

Berawal dari pertengahan Februari 2020 Ibu kandung yang sudah menginjak usia 77 tahun terkulai lemas saat penulis pulang sekolah. Beliau meski sudah tua biasanya masih enerjik dan lincah bergerak, sore itu mengaku letih, lemah dan lesu. Penulis kaget karena tidak seperti biasanya, lalu penulis meraba dahi beliau. Rasa panas yang tinggi seakan membakar tangan penulis. “ Asagfirullah,” ujar penulis spontan. Beliau juga mengeluh sakit kepala yang teramat sakit. Penulis bertanya apakah beliau sudah makan. Beliau menjawab lemah “tak berselera.”

Penulis cemas luar biasa apalagi ibu kalau sakit bawaannya selalu mengatakan “mungkin saya akan mati lagi”. Penulis berusaha menenangkan beliau agar mau makan dan pergi berobat. Tapi beliau bersikukuh tidak mau makan karena seleranya sudah hilang. Sekuat tenaga penulis dan suami meyakinkan beliau agar segera makan supaya sakitnya bisa hilang habis itu baru makan obat ujar penulis memohon. Berbagai cara dicoba teryata tidak mampan. Tubuh beliau semakin panas dan lemah. Sampai penulis kehilangan akal bagaimana membujuk beliau agar mau makan dan berobat.

Beliau ini orang lama alias tempo dulu suka berobat kampung atau tradisional. Beliau lebih yakin obatnya yang alami saja misalnya bermacam jenis daun seeperti daun sidingin, sitawa, sikumpai dan lainnya. Maka beliau suruh penulis mencari semua daun-daun tersebut ke tukang obat kampung agar beliau bisa di tawari (diobati) dengan rendaman air daun-daun tersebut. Pergilah penulis mencari permintaan beliau itu.

Tidak sampai satu jam penulis sudah kembali dan segera memasangkan ramuan tersebut ke Ibu. Beliau sebenarnya kalau sedang sakit termasuk orang yang suka berbicara. Kadang kata-kata beliau tak tertahan keluarnya. Menurut pengakuan beliau dengan begitu rasa sakit terasa hilang sedikit demi sedikit. Penulis harus sabar ucap suami penulis menenangkan.

Hari ke-3 penulis tak sanggup melihat beliau terbaring lemah di tempat tidur. Kondisi badan beliau semakin memprihatinkan. Kecemasan penulis memuncak ketika ibu minta urut semua anggota tubuhnya karena beliau merasa semua persendian sakit. Beliau juga tidak mau makan obat. Makan tak selera, jika makan sebentar sudah muntah lagi. Kami bujuk beliau pergi ke dokter. Karena kondisi tubuh beliau sudah tidak kuat lagi akhirnya beliau menyerah. Ternyata dokter menyampaikan bahwa ibu terkena gejala tifus. Perasaan penulis semakin cemas apakah ibu akan mampu bertahan ujarku dalam hati.

Tiba-tiba butiran- butiran bening jatuh tak tertahan di pipi penulis. Bola-bola kristal itu tiada henti mengalir.

“Ya Allah, sembuhkanlah ibuku,” ujarku berdoa tak henti-hentinya. Suami yang mengendong ibu ke mobil berusaha menenangkan penulis agar tak menanggis lagi dan menyuruh penulis sabar. Di setiap sujud penulis memohon agar beliau segera sembuh seperti sediakala. Di hari ke-6 beliau mulai menampakkan kesembuhan. Beliau meminta makanan yang beliau suka waktu sehat dulu. Bagaimana pun caranya penulis mencari waktu agar bisa mendapatkannya. Meskipun sibuk mengajar penulis berusaha menyediakan waktu mencarikan apa yang beliau mau. Sebab penulis ingin ibu sembuh dan membalas jasa-jasa beliau meskipun itu tak mungkin terbalas.

Hari ke-15 wajah ceria beliau berangsur-angur tampak walau wajah beliau sudah menua. Penulis mulai merasa gembira. Tak di sangka pulang sekolah putri penulis Mita terserang panas tinggi juga dan hampir sama dengan penyakit ibu. Tetapi Mita merasa gatal di kerongkongan dan batuk. Penulis cemas takut kalau Mita terjangkit virus Corona. Apalagi sekarang lagi hangatnya membicarakan virus C-19 yang mematikan itu. Berbagai macam cara mentes apakah kita terkena virus tersebut penulis coba ujikan kepadanya. Sedikit ciri-ciri yang sama penulis rasakan. Bertambah kerisauan penulis. Takut kalau hal itu menimpa Mita buah hati penulis.

Belum Mita sembuh ternyata belahan jiwa penulis juga ikut tumbang gara-gara sakit yang menyerangnya. Sekarang dua orang tersayang terbaring lemah. Sempat penulis kehilangan akal kemana harus mengadu sementara dua kakak laki-laki penulis semuanya jauh. Hanya penulis yang tinggal di kampung menemani ibu. Tak henti p hentinya penulis berdoa agar diberi kekatan dan ketabahan atas semua yang menimpa. Sementara penulis masih punya anak kecil umur 3,5 tahun. Jika mereka di rawat di rumah sakit siapa yang akan menunggui di sana. Belum penulis juga abdi negara yang harus menunaikan tugasnya.

Akhirnya penulis bawalah kedua orang tercinta ini ke dokter. Untung penulis sudah diajari membawa mobil oleh ayahnya anak-anak. Itulah untungnya akhirnya kami sampai di tempat praktik dokter langanan penulis tersebut. Tak disangka ternayata mereka berdua terkena penyakit yang sama dengan ibu penulis. Tapi tampaknya suami penulis lebih parah. Beliau tak sanggup duduk terlalu lama. Karena tubuh dan persendian juga sangat lemah.

Penulis memohon ke Allah agar diberikan kesabaran. Beberapa hari penulis lalui dengan tenang agar buah hati penulis juga tidak ikut cemas. Sebenarnya penulis merasa bersalah karena sering meninggalkan mereka terbaring tanpa ada penulis di sisi mereka. Apa boleh buat karena tugas negara harus penulis tunaikan sebagai tanggung jawab Aparatur Sipil Negara. Meskipun penulis harus bolak balik dari sekolah pulang ke rumah agar bisa menyiapkan makan dan obat mereka berdua. Semua dilewati dengan senang hati meskipun berat rasanya. Tapi penulis yakin Alah maha tahu dan maha adil.

Tepat tanggal 19 Maret diumumkan bahwa seluruh sekolah diliburkan selama 14 hari karena pencegahan virus Corona. Mendengar berita itu penulis membaca alhamdulillah berulang kali. Ternyata allah menjawab doa penulis agar bisa lebih banyak waktu dengan keluarga apalagi mereka masih dalam keadaan sakit. Penulis sangat bersyukur atas keputusan pemerintah tersebut. Berangsur angsur kedua jantung hati penulis menampakkan kesembuhan.

Jumat pagi 20 Maret 2020 penulis membuka media sosial melihat tertulis di sana pengumuman pemenang lomba menulis merdeka belajar yang digelar Media Guru Indonesia. Penulis buka mencari tahu siapa karyanya yang lolos dari tiga ratus lebih diambil seratus terbaik. Hati-hati penulis mengamati satu persatu nama pemenang. Tak beberapa lama di urutan 26 penulis membaca nama Ernawati dengan judul Merdeka Belajar Drama. Ucapan alhamdulillah kembali terlontar di bibir penulis. Ternyata karya penulis lolos. Terimakasih mediaguru tulis penulis di kolom komentar. Di bagian atas ponsel penulis juga ada tanda email masuk. Penulis segera membukanya.

Ada nama Hisyam MG mengirikan piagam biru ke email. Begitu yang penulis baca. Rasaya syukur yang luar biasa tidak henti penulis ucapkan. Ternyata diwaktu yang sama penulis diberikan nikmat dua sekaligus dari Media guru. Perasaan haru dan bangga bermain di benak penulis. Perasaan senang ini penulis curahkan ke media sosial dan bisikan ke keluarga penulis. Mereka pun ikut senang dan bangga. Ternyata inilah barangkali buah kesabaran itu ujar penulis dalam hati.

Semoga kisah penulis ini bermanfaat dan membuat kita lebih kuat dan sabar dalam mengahdapi segala sesuatu baik sedih maupun senang, sebab semua ada hikmahnya. Serumit apa pun masalah pasti ada titik temunya da penyeesaiannya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post