Ternyata dia jodohku
Tantangan Hari ke-69
#tantanganGurusiana
Minggu pagi aku dan teman biasa main badminton di lapangan. Tidak jauh lokasinya dari rumah namun perlu waktu 15 menit jika jalan kaki. Sepanjang perjalanan kami sering bercanda, tiba-tiba terdengar ada suara benturan keras di belakang kami. spontan kami menoleh ternyata ada anak kecil tabrakan bersama pengendara sepeda lain. Langsung kami tolong mereka. Resmi teman saya berteriak melihat darah di kepalanya bercucuran.
“Tolong...tolong ! anak ini perlu pertolongan,” teriaknya keras-keras. Aku berusaha mengangkat sepeda yang menimpa tubuhnya.
“ Mari saya bantu antarkan ke rumah sakit,” pemuda penjaga wartel itu tiba-tiba sudah berdiri di depan aku. Ia minta anak itu segera di bawa ke rumah sakit karena lukanya cukup parah.
“Ayo dek kamu pegang dia di belakang ya, kita ke rumah sakit ,” laki-laki itu menyuruhku naik ke motornya. Tanpa pikir panjang aku ikuti sarannya. Sebab nyawa anak itu harus segera diselamatkan.
Akhirnya anak tersebut selamat lalu kami antar ke rumahnya langsung. Syukurlah luka kepalanya tidak terlalu dalam hanya tiga jahitan saja darah yang mengalir sekarang sudah berhenti. Perawat sudah mengizinkan kami pulang. Sejak kejadian itu barulah aku tahu namanya. Rupanya kami terpaut tujuh tahun pantasan aku tidak kenal ia sebelumnya. Singkat cerita ia meberitahukan ku waktu aku TK ia sudah di MTS. Sering melihatku jalan berbaris ke belakang sekolahnya. Kebetulan sekolahku dengan sekolahnya satu lokasi dan berdekatan. Aku jadi mulu ketika ia bercerita.
Sejak peristiwa itu ia tambah sering lewat di depan rumahku. Awalnya aku tidak terlalu pedulikan. Karena aku berpikir mungkin ia ada keperluan ke Talago tentu kemana lagi ia harus lewat. Inilah satu-satunya jalan terdekat agar ia segera sampai. Ditambah aku juga sudah punya teman dekat waktu itu meskipun jauh di tanah seberang aku tetap menhargainya. Jadi tak pernah bagiku untuk berpindah hati. Walaupun begitu aku tetap berteman baik dengan penjaga wartel itu sebab ia juga baik, sopan dan lembut.
Sebulan berlalu hari-hari aku jalani seperti biasanya, sebagai guru pekerjaan itu sangat aku nikmati. Walaupun aku harus berangkat pagi-pagi sekali karena lokasi sekolah berjarak 15 Kilo Meter dari rumah, jadi naik kendaraan umum tiap pagi sudah jadi langgananku. Sehari saja tidak masuk sekolah terasa ada sesuatu yang kurang begitu rindunya aku suasana proses belajar mengajar di kelas.
Pagi hari sesudah pulang meraton di rumahku ada tamu seorang perempuan. Aku kenal dengan beliau.
“Sudah lama Oncu datang, “ tanyaku menyelidiki.
“Apa gerangan yang membuat Oncu sampai di sini,” tanyaku lagi.
Wanita keibuan itu hanya tertawa lepas mendengar pertanyaanku. Ibuku aku lihat juga ikutan senyum- senyum. Ada apa gerangan ini ujarku sendiri. Lalu kemudian Oncu pun menerangkan maksud kedatangannya. Sungguh di luar dugaan ku. Seakan tidak percaya aku mendengarnya. Beliau hendak meminangku untuk pemuda penjaga wartel itu. Rupanya Oncu ini adalah kakak ayah Da Muhklis. Jadi ia diminta langsung oleh pria itu untuk menanyaiku langsung. Hal yang luar biasa dalam hidupku. Tak mungkin akau jawab langsung perlu bagiku untuk berpikir. Apalagi ini menyangkut hidupku kelak.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan