Aku Rindu Hutanku
Tantangan hari ke-92
#TantanganGurusiana
Dimana kabut putih mengepul di pucuk-pucuk cemara pagi hari, memancarkan aroma dedaunan rindang nan sejuk.
Dimana udaramu nan segar bak aroma kesturi semerbak ke penjuru dunia
Dimana suara alam yang setia memanggil pemilikNya agar larut di bumi pertiwi
Dimana flora dan fauna sebagai benteng keabadian atmosfir ?
Masihkah ada kicauan burung pertanda datangnya pagi.
Masihkah terdengar senda gurau alam mematahkan kesunyian hutan
Alamku yang dulu entah kemana
Bumiku kian hancur di tangan-tangan penguasa jahiliyah
Suara-suara mesin mengaung dimana-mana
Tangan-tangan kotor membabat habis hutanku
Rakyatku kelaparan, anak bangsa terjepit kian rapat
Melarat memikirkan tanah leluhur yang nyaris sekarat
Ditanahnya sendiri , ia harus menyewa
Kemana harus mengadu, tiada tempat bertanya
Hutanku gundul, alamku terbakar
Hewanku punah, pohon pun tiada lagi
Asap mengepung kehidupan kami
Komentar mereka pun sunyi
Nyaris tak tampak di televisi
Penyakit mengintai negeri
Masihkah ada waktu buat kami untuk bernafas bebas ?
Menghirup oksigen tanpa batas
Melanjutkan hidup yang kian keras.
Aku rindu hutanku nan berkelas
Agar hidup kami lebih berkualitas.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan