Bawalah Masjid ke Hati dan ke Rumah kita
tantangan Hari ke-100
#tantanganGurusiana
Bulan Ramadhan bulan ampunan. Bulan mulia yang dinanti oleh semua umat islam sedunia. Semua bersuka cita menyambut datangnya bulan penuh kebaikkan. Meski dunia sedang berduka termasuk negara tercinta Indonesia. Pandemi covid 19 sudah semakin merajalela. Kita semua dibuat susah, mulai dari para balita sampai lansia semua takut ke luar rumah. Meski sudah memakai masker kemana-mana, budaya mencuci tangan pakai sabun pun sudah terbiasa. Namun korban tetap saja bertambah. Kita memang sedang diuji dan diberi cobaan yang luar biasa oleh yang maha kuasa. Saatnya menyadari apa salah dan dosa kita, hingga semua dilanda nestapa.
Seakan tidak percaya masjid, musalla dan tempat ibadah lainnya ditutup sementara. Guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Miris memang di tengah bulan penuh ampunan kita umat muslim harus menjauh dari masjid dan musala. Jika itu keputusan majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah sepantasnya himbauan tersebut kita ikuti dengan saksama. Siapa lagi yang akan kita terima sarannya kalau bukan keputusan MUI. Itulah keputusan tertinggi yang sudah melalui kajian yang sangat matang, agar masyarakat tenang.
Banyak masyarakat beranggapan bulan ramadhan tahun 2020 ini suram. Semua serba dilarang apalagi membuat kerumuman massa. Jadi bisa dipastikan puasa di rumah saja, bekerja, beribadah di rumah saja. Bagi penulis tidak ada masalah. Saatnya masjid atau rumah ibadah lainnya kita bawa pulang ke rumah. Membuat hati kita semakin dekat dengan masjid dan musalla. Biasanya kebanyakkan kita jarang ke masjid jika tidak ada acara atau kegiatan. Saat ini saat virus Corona sedang melanda tak perlu cemas ambil saja hikmahnya. Membuat hati semakin dekat dengan masjid sebab masjid dipindahkan ke rumah kita agar semakin dekat.
Selama ini barangkali kita menduga tidak akan bahagia berjumpa dengan bulan penuh berkah ini. Tidak bisa buka bersama lagi, mengikuti tausiah agama, sholat berjamaah di masjid dan musalla lagi dan lain sebagainya, sebab masjid di tutup. Ternyata semua anggapan itu keliru. Zaman teknologi sudah canggih. Apa pun kegiatan bisa dilakukan secara online atau daring. Manfaatkanlah teknologi seperti media sosial untuk beribadah seperti melakukan ceramah agama secara daring dan di kirimkan ke media digital atau media massa. Begitu juga dengan acara sahur bersama, buka bersama, mengaji bersama menggukan aplikasi zoom atau videocall. Semua yang jauh menjadi dekat. Kita masih bisa bahagia menjalani bulan puasa ini dengan hikmat meskipun kita harus berjuang covid 19 yang sedang mendera. Semoga kita tetap bisa beribadah dengan memindahkan masjid ke hati dan rumah kita masing-masing. Meskipun masjid ditutup namun pintu kebaikan selalu terbuka. Semoga.
Kubang, 23/04/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan