Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kacang lupa kulitnya

Tatangan hari ke-104

#TantanganGurusiana

Pribahasa menyebutkan jangan seperti kacang lupa kulitnya. Sebenarnya maksud dari kalimat tersebut agar kita jangan lupa diri. Sekali saja kita lupa dengan asal usul kita, lupa dengan siapa yang sudah membuat kita sukses maka seumur hidup orang akan memandang rendah pada diri kita. Hal ini berhubungan dengan harkat dan martabat seseorang di tengah masyarakat. Sama halnya dengan menjatuhkan harkat dan martabat diri kita sendiri.

Sebagai manusia yang beriman islam telah mengajarkan bahwa sekecil apapun bantuan yang diberikan oleh orang lain balaslah kembali dengan kebaikkan juga. Walaupun bukan kepada orang yang sudah membantu kita tersebut. Namun kita selalu diminta untuk berbuat baik kepada siapa saja. Apalagi kepada orang yang sudah membantu kita hingga berhasil.

Jangan pernah sombong bahkan tinggi hati jika sudah berhasil meraih impian kita. Selalu lah menebar kebaikkan di muka bumi ini. Sebab apa yang kita tebar itulah yang akan kita tuai kembali. Artinya kita menebarkan kebaikkan ke semua orang suatu saat kita akan menerima hasillnya dari yang tidak kita duga – duga. Jangan sebalikknya seperti kacang lupa kulitnya. Semakin berhasil kita, maka kita lupa siapa yang sudah berpengaruh besar terhadap kesukseskan kita tersebut. Hal seperti itu wajib ditinggalkan sebab kita hidup di dunia hanya sementara. Selagi bisa berbuat baik, silakan menebarkan kebaikkan dimulai dari detik ini.

Orang yang lupa kacang dengan kulitnya biasanya hidupnya tidak berkah dan tidak bermanfaat bagi orang lain. Hidupnya akan sengsara walaupun harta melimpah, serba berkecukupan. Namun ia lupa mensyukuri nikmat allah SWT yang tak mampu kita menghitungnya. Biasa sifat iri, dengki dan sombong itulah awal kehancuran yang akan membawa kita seperti kacang lupa kulitnya. Tetaplah rendah hati ibarat memakai ilmu padi. Semakin berisi semakin merunduk, pandai menghormati dan menghargai orang lain. Itulah manusia yang sebenarnya manusia yang seutuhnya.

Kubang, 27/4/2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post