Manfaat Ikut Tantangan Gurusiana
Tantangan Hari ke-84
#TantanganGurusiana
Pernah beberapa orang teman penulis bertanya, untuk apa kita ikut tantangan Gurusiana Mediaguru itu ? Lalu piagam biru, perak dan emas itu apa gunanya ? terakhir mereka bertanya lagi bagaimana sih cara ikut tantangannya ? “Waw, keren. Bisa jadi ide nih” ujarku dalam hati. Sebagai seorang teman, penulis paham apa maksud pertanyaan tersebut. Penulis yakin walau mereka ragu untuk ikut tantangan tersebut, namun tampaknya mereka ingin belajar juga. Dengan sigap penulis berusaha menjawab pertanyaan tersebut sesuai pengalaman pribadi.
Awal CEO Mediaguru (MG) Bapak Muhammad Ihsan memposting informasi di FB Mediaguru bahwa ada tantangan menulis selama 30, 60 dan 90 hari. Bagi yang berhasil melewati tantangan tersebut maka akan diberikan piagam penghargaan sebanyak 3 jenis juga sesuai tantangannya. Piagam biru buat yang lolos 30 hari, perak yang lolos 60 hari dan piagam emas bagi pemenang 90 hari. Melihat informasi seperti itu penulis jadi terpancing ingin mencoba. “Kesempatan untuk mengasah diri nih, agar terampil menulis,” pikirku sendiri. Sebab penulis percaya ibarat pisau kalau tidak diasa maka pisau itu akan tumpul. Jadi tanpa pikir panjang penulis mulai star sesuai tanggal yang ditetapkan pimpinan MG tersebut.
Sesuai pepatah Minangkabau yang berbunyi “ pasa (lancar) jalan karena ditempuh, lancar kaji karena diulang”. Hal Ini sangat sesuai dengan momen tantangan gurusiana. Apalagi penulis suka tantangan, sebab jika kita berada terus di zona nyaman maka kita malas berpikir. Orang malas dekat dengan kebodohan, orang bodoh dekat dengan kemiskinan. Baik miskin ilmu maupun miskin harta. Jadi ikut tantangan berarti kita ingin kaya ilmu dan kaya pengalaman. Itulah awal mengapa penulis mau ikut tantangan tersebut.
Di hari yang ke-84 ini jika disuruh berhenti, pastilah penulis tidak mau pasalnya selain harus remedi alias diulang kembali dari hari pertama. Tentu akan terasa berat sekali. Penulis juga merasakan ada yang kurang jika tidak menulis dalam satu hari itu. Begitu terasa manfaatnya guna melatih diri agar lebih terampil dan teruji. Menulis adalah sebuah keterampilan, jika ingin punya keterampilan maka menulislah. Kita tidak akan diselamatkan oleh pendidikan tetapi hidup kita bisa diselamatkan oleh keterampilan. Salah satu keterampilan itu adalah menulis. Jadi sudah tepat sekali Mediaguru memberikan tantangan kepada guru-guru di Indonesia agar lebih terampil. Selain terampil juga memupuk diri lebih kreatif dan inovatif.
Ternyata tidak cukup hanya tantangan saja MG juga memberikan apresiasi bagi gurusiana yang lolos tantangan berupa piagam penghargaan. Hal ini sejalan dengan pikiran para ahli bahwa manusia adalah makhluk yang haus dengan pujian dan penghargaan. Tidak bisa dipungkiri kita tumbuh sampai sebesar sekarang ini berkat pujian orang tua dan orang-orang disekeliling kita dari mulai bayi bahkan dari dalam rahim ibu kita. Jadi idenya keren sekali dan MG patut juga diberikan penghargaan karena sudah mensuport para guru untuk bergerak maju menjadi terdepan dalam membentuk jiwa literat.
Sebagai guru atau ASN tentu kita punya jenjang karir. Salah satu data pendukung agar jabatan dan golongan kita naik maka perlu adanya usulan naik pangkat. Maka diperlukanlah bahan atau berkas agar usulan naik pangkat kita diterima. Tentunya jika angka kredit kita sudah cukup menurut ketentuan yang berlaku. Salah satu bahannya menurut penulis piagam penghargaan yang diberikan oleh Mediaguru tentunya termasuk. Jika dilihat pointnya sama dengan sertifikat kalau kita mengikuti seminar ilmiah. Jadi piagam penghargaan tersebut juga berguna bagi kita untuk bahan naik pangkat. Mantap kan ?
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca yang masih ragu untuk ikut tantangan gurusiana Mediaguru. Oh ya siapa saja boleh ikut selama ia sudah punya blog gurusiana dan terdaftar sebagai anggota FB Mediaguru. Tak kalah penting juga sudah pernah ikut pelatihan sagu sabu atau pelatihan di Mediaguru. Selamat mencoba.
Kubang, 7/4/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan