Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Adikku Positif (Pentigraf)

Tantangan Hari ke-137

#TantanganGurusiana 365

Adik perempuan Susi menuntut ilmu di salah satu sekolah kejuruan negeri di kotanya. Ia berparas cantik dan menarik. Kalau mereka berdua sedang berjalan maka mata lawan jenisnya tidak akan puas memandang kedua paras wanita tersebut. Mirip sekali seperti pinang dibelah dua apalagi beda umur mereka hanya tiga tahun. Mereka terlahir dari orang tua yang kurang mampu. Ibu dan ayahnya bekerja sebagai buruh kasar namun sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Meski orang kampung mereka rela banting tulang menguliahkan Susi hingga tamat D3 Keperawatan.

Susi sudah bekerja di sebuah rumah sakit swasta dan baru lima bulan ini menikah dengan Anto juragan ikan. Rani adiknya tinggal bersama mereka. Kebetulan sekolah Rani dekat dari tempat tinggal kakaknya itu. Sebenarnya kedua orang tua mereka awalnya tidak mengizinkan Rani serumah dengan Susi. Namun suami Susi berbaik hati untuk memberi tumpangan di rumahnya agar orang tuanya tidak terlalu repot membayar uang kost Rani. Susi pun setuju sekalian niat membantu meringankan beban kedua orang tuanya. Rani termasuk anak yang rajin dan juga penurut. Waktu libur sekolah ia suka memasak dan bersih-bersih rumah. Ketika Susi bekerja maka semua pekerjaan rumah sudah selesai ia kerjakan. Susi merasa sangat terbantu oleh Rani sebab semua pekerjaan rumah tangga sudah dihandlenya.

Sebulan Rani tinggal di rumah kakaknya tidak ada masalah semua berjalan seperti biasa. Siang itu Rani pulang sekolah karena kelelahan ia tertidur di ruang tamu. Tak beberapa lama kakak iparnya Anto juga datang. Melihat Rani kecapekan ia tidak membangunkannya. Anto langsung masuk ke kamar agar tidak datang fitnah. Ia sudah menganggap Rani seperti adiknya sendiri. Susi malam itu dapat jadwal jaga malam sehingga seringkali juragan ikan itu ditinggal berdua bersama adik iparnya tersebut. Sepanjang malam mereka lalui seperti malam-malam biasanya. Tak ada yang aneh. Tapi mengapa pagi itu di kamar mandi Rani muntah-muntah ? tidak seperti biasanya. Anto bilang mungkin adikknya masuk angin. lalu ia diberikan obat. Beberapa hari ini Rani juga tidak selera makan. Susi minta Rani memeriksakan kesehatannya ke bidan dekat rumahnya.

Anto melarang, “ngak usah, Rani pasti masuk angin biasa nanti juga hilang tu,” ujar Suaminya. Jantung Susi berdesir hebat, ia mulai curiga. Diam-diam ia mengajak Rani ke bidan Ida. Hasilnya Rani positif.

Kubang, 30/05/2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post