WhatshApp dan KineMaster Alternatif Pembelajaran Daring dari Rumah
Tantangan hari ke-112
#TantanganGurusiana 365 hari
Dunia sedang berduka juga Indonesia. Pandemi Covid 19 mewabah hingga ke pelosok daerah. Sudah lebih dua bulan segala aktivitas dikerjakan dari rumah termasuk proses pembelajaran. Sebagai tenaga pendidik penulis perlu mencari solusi agar pembelajaran tetap berjalan efektif. Saatnya pembelajaran secara daring atau online dan menggunakan perangkat baru lainnya.
Penulis melakukan inovasi pembelajaran yang didesain terbuka, dapat saling berbagi dan saling berinteraksi antara mentor dengan siswa, atau sesama anggota dalam jejaring. Prinsip inilah yang penulis gunakan dalam pembelajaran tersebut. Mencoba menciptakan kesempatan bagi semua untuk memanfaatkan teknologi yang inovatif dan produktif.
Para guru berusaha memilih pembelajaran dengan cara mudah diakses oleh siswa sebab tidak semua daerah mendapat jangkauan internet. Contohnya di daerah penulis sendiri. Masih ada hambatan dan kendala bagi siswa dalam mencari jaringan yang mudah di akses. Untuk itu penulis menggunakan tatap muka melalui grub whatshApp (WA).
Aplikasi ini menurut penulis lebih sederhana dan mudah menggunakannya. Para peserta didik pun juga sudah biasa menggunakan dalam keseharian. Selain itu orang tua siswa pun tidak terlalu repot menyediakan kuota internet. Tidak sulit mengontrol anaknya di rumah, sebab hampir semua orang tua sudah akrab dan paham mengoperasikan aplikasi tersebut. Penulis selaku guru Bahasa Indonesia di MAN Lima Puluh Kota merasa terbantu dalam menyampaikan materi pembelajaran tentang Biografi dan Musikalisasi puisi di kelas sepuluh.
Meski belajar dari rumah di tengah badai corona namun penulis berusaha membuat proses pembelajaran tetap menyenangkan dan mengasyikkan bagi siswa. Misalnya untuk materi Biografi dan musikalisasi puisi, selain penulis memberikan modul pembelajaran melalui WA grub juga dilengkapi dengan video biografi tokoh. Penulis membuat sendiri melalui aplikasi KineMaster. Video tutorial sederhana tersebut di kirimkan ke grub WA siswa. Siswa diminta secara langsung untuk memberikan komentar dan pertanyaan. Sehingga proses komunikasi antar guru dan siswa juga tetap berlangsung.
Tentunya jadwal disesuaikan dengan daftar pelajaran tatap muka di sekolah seperti biasa. Sehingga waktu 90 menit tatap muka secara online terasa sebentar dan tidak membosankan. Sebab meskipun mereka tidak bertatap muka langsung, namun melalui video yang penulis tampilkan mereka akan terlibat diskusi semuanya. Penulis dapat memantau secara langsung siapa yang aktif melalui komentar yang mereka tuliskan atau melaui pesan suara. Akhirnya kelas online tetap berjalan hangat dan mengasyikkan.
Manfaat lain yang bisa diambil adalah penulis dapat mengarahkan siswa bagaimana cara memberikan komentar yang baik, menggunakan kalimat yang sopan apabila kita berada di dalam dunia jaringan termasuk di media sosial. Sebab masih ada peserta didik yang menuliskan atau memberikan komentar tanpa memikirkan kalimatnya itu baik, sopan atau tidak. Juga tanpa memikirkan apakah diksinya kasar, menyinggung perasaan orang lain atau tidak. Jadi proses pembelajaran tidak hanya penyampaian materi semata namun akhlak dan etika siswa juga diperhatikan.
Pembelajaran daring dari rumah juga ada dalam bentuk penugasan namun tugas yang diberikan sesuai indikator dan petunjuk modul yang sedang diajarkan. Jadi siswa tidak dibebani lagi dengan tugas yang menumpuk. Peran orang tua di rumah sangat dibutuhkan guna memberikan dukungan dan arahan bagi putra putrinya dalam mengerjakan tugas belajar dari guru.
Penulis juga memberikan tugas akhir ke siswa membuat video biografi dan musikalisasi puisi. Tentunya ini adalah tugas terstruktur dengan waktu yang disepakati bersama dengan siswa. Keterampilan peserta didik dalam mengedit video menggunakan KineMaster atau aplikasi lainnya menjadikan mereka akan terasah dan terampil menggunakan IT. Jadi artinya tempat tidak akan menghalangi mereka untuk tetap bisa belajar. Baik belajar pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
Hasil pembelajaran berupa video tersebut juga bisa diunggah ke youtube atau media sosial lainnya. Akhirnya semua kita dapat menonton dan mempelajarinya. Meskipun belajar di rumah saja kita tetap bisa berkarya di tengah badai Corona. Semua itu bisa terwujud jika orang tua siswa ikut serta mendukungnya.
Biodata Penulis
Ernawati, S.S adalah salah satu guru MAN Lima Puluh Kota berprestasi tingkat provinsi Sumbar sejak 2014 hingga 2016, juga tahun 2018 berhasil kembali meraih juara 1, biasa disapa Erna. Beliau lahir di Kubang, 07Juni 1978, juga aktif sebagai Pembina OSIM dan ekstra Bengkel Sastra di MAN Lima Puluh Kota Sumbar. Karya tulisnya pernah meraih pemenang Selamat Datang Mas Nadim, Medeka Belajar dan Guru Penggerak yang digelar Mediaguru Indonesia. Buku pertamanya berjudul Jurus Ampuh Menulis Puisi. Karya sastra dan ilmiahnya banyak di muat di media massa lokal dan nasional seperti di Haluan, Padang ekspres, Horison dan jurnal ilmiah nasional lainnya. Beliau sudah banyak melahirkan prestasi bidang kepenulisan dan kesastraan baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Guru B. Indonesia ini sesalu setia membimbing siswa-siswinya agar selalu berprestasi dan bermanfaat bagi orang lain. WA. **(censored)**Nomor Kartu Media Guru : 20191025-000675 email gurusiana : **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan