Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Gara-gara Cacing (pentigraf)

Tantangan Hari ke-145

#TantanganGurusiana 365

“Anak macam apa tega kasih minum cacing ke ibunya.” Mak tak henti-henti mengomeliku dari tadi. Aku tidak berani menjawab kata-kata Mak. Jika aku jawab maka Mak akan bertambah emosi. Kata-katanya akan nyerocos hingga tak terkontrol. Aku pindah duduk ke teras harapan semoga Mak berhenti marah-marah. Aku sangka jika aku berlalu dari hadapannya, Mak akan diam. Ternyata dugaanku salah. Suara Mak semakin jelas kedengarannya. “ Pantasan tubuhku terasa masih letih, ternyata kalian memberiku minuman itu, aku menyesal,” teriaknya keras-keras. Mendengar teriakkan Mak Kakak tertuaku kaget dan langsung bangun dari tidurnya.

***

Biasanya Mak tidak berani ngomel-ngomel dekat Kakak tertuaku. Beliau segan dengan Bang Harun. Sebab sejak ayah meninggal Bang Harunlah tulang punggung keluarga. “Mak, kalau kami tidak membuatkan obat dari cacing tempo hari. Mungkin Mak masih terbaring lemah sekarang ini,” ucap Bang Harun menjelaskan. Tampaknya Mak masih belum terima tapi suara beliau sudah mulai melemah. “Iya kan masih ada obat selain cacing itu,” jawabnya lirih. Mak melihat ke arahku seolah-olah akan beliau menyalahkanku. Sebenarnya kondisi Mak sekarang sudah sembuh dari sakit tifus. Tapi gara-gara aku keceplosan makanya jadi begini.

***

“Si Wenti dan Meli tetangga kami cerita katanya mereka barusan sembuh dari sakit tifus, jadi obatnya minum air rebusan cacing,” cerita Mak kepadaku sambil tertawa. Seolah beliau tak percaya dengan ucapan mereka berdua. Makanya beliau cerita ke aku. Aku pikir beliau tak akan marah, sebab tidak Mak saja yang sudah minum air cacing, lagian beliau juga sudah sehat bugar. Ditambah senyuman pun masih tampak di bibir beliau. Ternyata dugaanku salah. Aku keceplosan, “Mak kan juga kami buatkan air cacing dulu” ujarku polos. Gara-gara salah jawab luar biasa akibatnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post