Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Keris Ajaib (Legenda Baruah Jorok 6)

Tantangan Hari ke-156

#TantanganGurusiana 365

“Siapa kalian ?” kata lelaki tua itu terbata-bata.

Ia tampaknya sedikit gugup melihat Si Jorok dan Udin sudah berdiri terpana di hadapannya. Lalu ia mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua. Si kakek perlahan memakan sepotong ubi goreng yang mereka berikan. Lahab sekali dia makan, dalam sekejab ubi tersebut ludes. Udin melihatnya sampai terheran-heran.

“ Kakek sudah kenyang ?” tanya Si Jorok

“ Sudah, terima kasih banyak telah menolong saya, siapa pun kalian saya tidak peduli, kalian baik sekali. Bagaimana caranya aku membalas budi baik kalian ?” laki-laki dekil itu perlahan mengeser duduknya.

“ Tidak usah masalah itu kakek pikirkan, sudah sewajarnya manusia saling menolong,” Jorok memegang pundak laki-laki tua itu.

Hari sudah semakin malam, Si Jorok ingat adiknya yang telah diculik dukun terkutuk itu. Ia begegas, mohon izin kepada si kakek untuk kembali berjalan menuju puncak gunung. Namun sebelum berangkat Pak Tua itu mengeluarkan sesuatu barang tersembunyi di balik kain sarung lusuh yang dipakainya.

“Nak, silakan kau ambil ini, kelak ini bisa kau gunakan untuk menjaga dirimu dari segala bahaya selama perjalanmu !”.

“ Buat apa ini Kek, tidak usah. Baiknya Kakek simpan saja, barangkali Kekek lebih membutuhkan,” Jorok berusaha menolak.

“Ambilah, kamu lebih membutuhkannya, aku senang jika keris ini kamu yang menyimpannya,” pinta orang tua itu.

Sebenarnya Si Jorok merasa berat hati, namun lelaki tua itu terus saja memaksa akhirnya keris bertahta cahaya itu diambilnya lalu ia selipkan di piggang celananya. Sebelum mereka berangkat kakek kembali mengingatkan untuk selalu menjaga keris tersebut agar tidak jatuh pada orang jahat. Sebab jika sempat berpindah tangan keris itu akan memakan korban.

“Baiklah Kek, saya akan selalu menjaganya,” meskipun dalam hati Si Jorok khawatir bercampur cemas.

Ketika Si Jorok menjabat tangan laki-laki itu hendak mengucapkan terima kasih tiba-tiba kakek tersebut menghilang lenyap seperti ditelan bumi. Udin kaget bukan kepalang hingga jatuh pingsan. Si Jorok terpana seperti bermimpi. Beberapa saat kemudian mereka siuman, berusaha melupakan kejadian tersebut bergegas menuju gunung yang mereka cari.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post