Kursi Roda Haji (Pentigraf)
Tantangan Hari ke-139
#TantanganGurusiana 365
Desi dan Rini pergi haji membawa ibu tercintanya. Mereka berdua adalah kakak beradik yang beruntung dari segi karir dan ekonominya. Alhamdulillah mereka dapat membawa serta ibunya tersebut berhaji ke tanah suci. Walaupun ibu sudah berusia lanjut dan sakit-sakitan semangat beribadahnya sungguh luar biasa. Selama berada di Mekkah ibu Marni selalu dibantu oleh kedua putrinya tanpa kenal lelah. Saat menggelilingi Kakbah kali ketiga kaki beliau terasa berat melangkah sehingga beliau perlu bantuan ekstra, sementera Desi dan Rini juga sudah mulai lelah.Untung ada seseorang menawarkan sebuah kursi roda. Akhirnya mereka membeli sebuah kursi roda tersebut sehingga ibu Marni dapat beribadah dengan leluasa tanpa tenaga lebih dari kedua buah hatinya. Merekapun bisa secara bergantian mendorong kursi roda tersebut.
Dalam hati Desi selaku anak tertua bersyukur sekali tanpa di sangka ada saja bantuan yang datang sebab ia memperoleh kursi roda tersebut dengan harga murah tidak mahal seperti biasanya. Setelah proses haji selesai kursi roda tersebut diminta ibu Marni agar di bawa pulang ke Indonesia. Maka kedua putrinya pun juga setuju. Sesampai di bandara ternyata petugas bandara melarang. Sebab tidak ada surat-suratnya, dalam situasi seperti itu tiba-tiba datang tiga orang tinggi besar berkulit hitam menghampiri. Ibu dan anak itu tidak begitu fasih berbahasa Arab lalu Desi menyatakan kami dari Indonesia. Ketiga orang itu menyuruh mereka masuk pesawat dulu. Ketika sudah duduk di pesawat ketiga pemuda itu datang menghampiri “Bicycle Oke” ujar mereka tersenyum sambil mengangkat jempol mereka. “alhamdulillah” ucap mereka semua. Ibu Marni tampakknya masih ragu apakah kursi roda tersebut bisa dibawa ke Indonesia. Sepanjang perjalanan ia kelihatan kecewa campur sedih. Putrinya berusaha menenangkan, “ nanti di Indonesia dapat kita beli lagi ibu” ujar mereka berdua.
Disaat akan mengambil bagasi, alangkah kagetnya mereka barang yang pertama keluar itu adalah kursi roda tersebut. Senyum merekah diiringi ucapan alhamdulillah spontan meluncur dari bibir mereka. Desi dan Rini melihat ibu tersayangnya sangat senang dan bahagia. “Mungkin inilah balasan dari Allah, selama ini kakak sering menolong orang, Kak” ujar Rini ke Kakaknya Desi. Air mata bahagia Desi tak terbendung lagi. Terbayang olehnya wajah para siswanya setiap bulan memohon bantuan agar diberi kemudahan untuk membayar SPP. Selaku Kepala TU ia selalu mempermudah urusan mereka termasuk mengambil ijazah mereka. Kalau kita iklas membantu dan memudahkan urusan orang, insyaallah kita juga dimudahkan dalam segala urusan, ujar Rini lagi. Desi dan Rini sambil bercanda bertanya “ibu pilih yang mana kursi roda haji atau kursi roda Indonesia ?”. “kursi roda haji lah” jawab ibu ketawa.
Kubang, 01/06/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan