Lika liku perjuangan si Jorok (Legenda Baruah Jorok 3)
tantangan hari ke-153
#TantanganGurusiana 365
“Hai dukun keparat lepaskan adikku,” suara Si Jorok memecahkan gendang telinga yang mendengarnya. Rumah dukun itu sepi bagai peti mati seolah tidak berpenghuni. Lama Si Jorok berteriak memanggil si dukun, namun tiada seorang pun menjawab. Si Jorok mencari ke setiap sudut rumah, mungkin saja adiknya disembuyikan di rumah itu. Beberapa saat kemudian keluarlah budak dukun tersebut mengatakan bahwa tuannya sedang pergi ke puncak gunung yang sangat tinggi di sebelah barat. Udin dari kejauhan melihat Si Jorok berjalan terburu-buru, ia berusaha mengejarnya.
“ Bos, bagaimana kalau kita ikuti si dukun keparat itu ke atas sana, tidak usah takut, kan ada Udin,” Udin banyak gaya berlari sekuat tenaganya mendahului sahabatnya itu. “Diam kau, kalau masih bicara juga aku pecahkan mulutmu,” Si Jorok mempercepat langkahnya. Udin terus saja mengejar Si Jorok. Sedikitpun Udin tidak merasa gentar dengan ancaman Si Jorok, Udin tetap saja “bakicau” disepanjang perjalanan.
“Bo…Bo..sss, tolong… tolong…ada i…kan be…be...sarrrrr,” seekor ikan lele sebesar paha orang dewasa mengikuti Udin sewaktu menyeberangi sungai. Dia coba menangkapnya, namun ikan itu semakin liar sampai-sampai menyengat tangannya. Alangkah terkejutnya Udin, ternyata ikan besar itu tidak sendiri masih banyak ikan lele lainnya yang mengekor di belakang.
bersambung......
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan