Metode Retako Solusi Pembelajaran Daring Anti Garing
Tantangan Hari ke-143
#TantanganGurusiana
Sejak dunia dilanda pandemi Corona semua tatanan kehidupan berubah termasuk bidang pendidikan di negara kita. Pemerintah sudah mengambil kebijakan bahwa cara efektif agar proses belajar mengajar tetap jalan dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh atau daring (dalam jaringan). Hal ini dilakukan agar mampu memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 yang mematikan tersebut. Proses belajar mengajar dari rumah selama beberapa bulan ini ternyata tidak berjalan mulus. Beberapa kendala sering ditemui di lapangan seperti peserta didik mengeluh banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan. Meskipun pemerintah sudah menyatakan bahwa tugas tersebut bukan dalam bentuk penuntasan kurikulum. Namun kenyataannya masih ada guru memberikan tugas beruntun sampai di luar jam pelajaran, misalnya menyelesaikan LKS. Sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk bermain atau istirahat. Beban yang terlalu berat membuat mereka tersiksa bahkan stress. Hal ini tentu akan menghambat berkembangnya minat dan bakat mereka. Jika hal ini terus berlanjut apakah mungkin anak Indonesia masa depan akan mampu mengeksplorasi kemampuan mereka sesuai bidangnya masing-masing?. Bedasarkan fenomena tersebut tentu seharusnya kita jangan saling menyalahkan. Baik dari pihak pemerintah, pendidik, peserta didik dan orang tua. Semua elemen harus saling bekerjasama mencari solusi agar proses pembelajaran tetap berjalan secara efektif. Sesuai arahan menteri pendidikan Nadiem Makarim bahwa para guru jangan hanya memberikan tugas tapi juga berinteraksi dengan siswa selama kegiatan belajar di rumah sehingga proses pembelajaran tetap komunikatif dan menyenangkan. Sesuai dengan himbauan tersebut penulis selaku tenaga pendidik di MAN Lima Puluh Kota Kab. Lima Puluh Kota Sumbar memilih salah satu metode pembelajaran berbasis digital dalam materi membaca puisi dan bercerita yakni metode Retako (Rekam Tayang dan Komentari). Jurus belajar daring tersebut penulis pilih karena mampu membuat pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa semakin terasah. Guru pun dengan mudah dapat berinteraksi langsung dengan mereka secara intens. Sebab sudah menggunakan aplikasi online seperti WhatsApp, YouTube, Face Book dan media sosial lainnya. Dengan begitu diharapkan mereka tidak merasa jenuh dan bosan belajar dari rumah. Kemampuan digital mereka juga teruji sejalan dengan aktivitas belajar menambah wawasan dan informasi. Tentunya kontrol dan arahan dari orang tua juga sangat dibutuhkan. Metode retako dalam pembelajaran membaca puisi dan bercerita diawali dengan guru memberikan contoh video membaca puisi dan bercerita yang baik melalui grub WA kelas. Kemudian menugaskan siswa membaca beberapa contoh puisi dan naskah cerita yang sudah disediakan di buku paket. Seterusnya siswa diminta memahami makna puisi dan naskah cerita tersebut. Tentunya waktu disesuaikan dengan jam pelajaran yang sudah ditentukan. Jika sudah memahami materi itu siswa wajib merekam dirinya sendiri baik membaca puisi atau pun bercerita. Bebas menggunakan kamera apa saja. Harapannya agar menumbuhkan rasa percaya diri dan memupuk kreativtas serta inovasi siswa dalam berekspresi sehingga rasa malu dan takut akan hilang dengan sendirinya. Rekaman tersebut boleh diedit menggunakan aplikasi yang ada seperti Viva video, KineMaster, Inshot dan lain-lain. Hasil rekaman di serahkan kepada guru secara online dan juga di upload ke akun youtubenya masing-masing. Siswa boleh langsung membagikan linknya di grub WA kelas atau media sosial. Agar dapat disaksikan juga oleh orang lain sekaligus bisa sebagai dokumentasi karya agar abadi. Ketika jam pelajaran berikutnya semua siswa diminta untuk memberikan komentar pada setiap video temannya. Komentar yang sopan dan mendidik juga boleh dituliskan di akun YouTube mereka. Guru menilai kecermatan, penalaran, dan kesopanan siswa memberikan masukkan dan saran kepada rekan-rekannya. Pada akhir pembelajaran guru tetap memberikan simpulan pembelajaran semuai materi. Memanfaatkan metode Retako dalam pembelajaran daring mampu membawa prilaku siswa yang gemar internetan ke arah positif agar bermanfaat. Menciptakan siswa yang terampil menggunakan media digital. Sekaligus membiasakan siswa untuk menggunakan teknologi dengan sopan dan santun dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam memberikan komentar pada akun YouTube temannya masing-masing.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan