Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

The Power Of Kepekso Komitmen Diri Berbuah Manis

Tantangan hari ke-148

#TantanganGurusiana 365

Menulis bagi penulis bukan hanya sebagai kebutuhan namun lebih dari itu rasa cinta yang dalam dan keingginan menggebu. Benar kata Louis Brailee keingginan menggebu sesuatu yang ada dalam akal, menguasai pikiran, hidup di hati, dan mengalir bersama sel-sel darah harus ke luar menjadi nyata dalam kehidupan. Inilah yang penulis rasakan sejak ikut tantangan gurusiana MediaGuru Indonesia, hingga saat ini sudah mencapai hari ke-147 menuju 365 hari. Tantangan gurusiana mulai dari 30, 60, 90 hari dan 365 hari sudah merubah mindset penulis bahwa apa yang dipikirkan keluar menjadi ucapan. Kata-kata kita akan melahirkan tindakan. Jika dilakukan secara berulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan. Mulai dari terbuka mata sampai tertutup lagi akan membetuk karakter kita. Kebiasaan seperti ini sudah penulis lakukan melalui ikut tantangan menulis di blog Gurusiana. Jika ingin lolos tantangan gurusiana, setiap hari wajib menulis dan mengirimkan tulisannya ke blog tersebut minimal satu karya tanpa jeda. Seandainya lupa satu hari saja maka akan diremedi atau diulang lagi dari hari pertama. Sungguh suatu hal yang sangat berat awalnya, apalagi bagi seorang penulis pemula. Syukurlah berkat tantangan tersebut penulis sudah dilatih untuk terbiasa menulis. Kalau belum menulis rasanya belum lengkap, terasa ada yang kurang. Alhamdulillah kebiasaan ini berangsur-angsur penulis lalui dengan senang hati tanpa terpaksa walau banyak godaan dan air mata. Suka duka silih berganti datang menghampiri penulis, namun tidak penah menggoyahkan rasa cinta yang dalam dan keingginan menggebu dari lubuk hati penulis agar tetap konsisten. Dalam waktu 90 hari menulis tanpa henti bukan tidak pernah penulis mengalami hambatan. Mulai dari hilangnya ide, sampai tubuh ini berat sekali untuk disuruh menulis karena rasa lelah yang mendera. Di hari ke-50 penulis merasakan ujian tersebut. Satu persatu anggota keluarga jatuh sakit. Ibu yang melahirkan penulis terbaring lemah tak berdaya. Perasaan cemas menghantui apakah beliau mampu bertahan. Belum sembuh ibu, putri kedua penulis pun mengalami panas tinggi. Perasaan penulis bertambah khawatir. Apalagi ayah anak-anak pun juga ikut tumbang. Penulis semakin kalut. Orang nomor satu mendukung penulis untuk tetap berkarya sedang lemah tak berdaya. Tak tega penulis meninggalkan mereka semua sementara penulis hanyut merangkai untaian kata demi kata. Ada perasaan bersalah jika penulis tetap berkutat dengan rutinitas seperti biasa. Terbesit dalam benak penulis untuk menyudahi tantangan menulis 90 hari ini. Ternyata dugaan itu salah. Meskipun sedang sakit namun suami selalu mengingatkan jangan lupa menulis tantangannya. Perhatiannya itu menambah kuat hati penulis untuk selalu bertahan melewati tantangan demi tantangan di Gurusiana. Hingga hari ini masih tetap berjuang menaklukan tantangan tersebut. Penulis berkomitmen semoga mampu menyelesaikan sampai 365 hari kelak. Sebenarnya jauh sebelum CEO MediaGuru memberikan tantangan, penulis sudah bertekat selalu menulis di Gurusiana meskipun belum bisa setiap hari. Sejak penulis mengenal Mediaguru sekitar Maret 2019 lalu melalui pelatihan menulis MWC Ke-XVIII KPPL Kemenag Sumbar, banyak hal yang penulis rasakan. Teruma semangat mengebu-gebu penulis untuk berkarya mulai terasah di blog guru yang keren menewen tersebut. Berbagai cabang lomba menulis di gelar oleh MediaGuru pun penulis ikuti. Alhamdulillah Oktober 2019 karya penulis terpilih sebagai salah satu pemenang lomba menulis Selamat Datang Mas Nadim. Langkah awal yang cukup baik dari sekian ratus karya yang masuk diambil hanya 74 karya. Sejak saat itu rasa percaya diri penulis mulai tumbuh. Setiap bulan pun selalu ada lomba menulis bagi yang lolos tantangan. Hampir setiap lomba yang penulis ikuti terpilih sebagai pemenang seperti pemenang lomba menulis Merdeka belajar, Satu Derap Seribu Giat, dan Di RumahAja. Serta Dua buku tunggal penulis segera terbit. Semua penghargaan tersebut adalah bonus dari komitmen tantangan menaklukkan diri sendiri. Penulis yakin ketika kegiatan menulis menjadi sesuatu yang menguasai pikiran dan mengalir dalam darah. Itulah keinginan yang menggebu untuk selalu berbagi. Biodata Penulis Ernawati, S.S adalah salah satu guru MAN Lima Puluh Kota berprestasi tingkat provinsi Sumbar sejak 2014 hingga 2016, juga tahun 2018 berhasil kembali meraih juara 1, biasa disapa Erna. Beliau lahir di Kubang, 07Juni 1978, juga aktif sebagai Pembina OSIM dan ekstra Bengkel Sastra di MAN Lima Puluh Kota Sumbar. Karya tulisnya sudah dibukukan sebagai meraih pemenang Selamat Datang Mas Nadim, Medeka Belajar, Guru Penggerak dan Di rumah Aja yang digelar Mediaguru Indonesia. Buku pertamanya berjudul Jurus Ampuh Menulis Puisi. Sekarang sedang proses terbit buku kedua dan ketiganya berjudul Suara Kalbu Pembasuh Nurani dan Guru Kreatif Guru Produktif. Karya sastra dan ilmiahnya banyak di muat di media massa lokal dan nasional seperti di Haluan, Padang ekspres, Horison dan jurnal ilmiah nasional lainnya. Beliau sudah banyak melahirkan prestasi bidang kepenulisan dan kesastraan baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Guru B. Indonesia ini selalu setia membimbing siswa-siswinya agar selalu berprestasi dan bermanfaat bagi orang lain. WA. **(censored)**Nomor Kartu Media Guru : 20191025-000675 email gurusiana : **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post