Gulai Belut Primadona Nagari Kubang
Tantangan Hari Ke-179
#TantanganGurusiana 365
Kabupaten Limapuluh Kota salah satu daerah yang memiliki beragam budaya dan keanekaragaman yang melatarbelakangi masyarakatnya. Pernahkah anda mendengar gulai belut ? Gulai belut adalah salah satu kuliner khas dari Nagari Kubang Kec. Guguak tepatnya jorong koto Baru Kenagarian Kubang. Masakan ini sudah ada sejak dahulunya, bahkan sampai sekarang sudah menjadi primadona di setiap hajatan dan pesta-pesta.
Setiap diadakan kegiatan di Nagari kubang gulai belut sudah merupakan keharusan keberadaannya. Tidak heran banyak warga Nagari Kubang yang pandai membuat gulai baluik yang punya cita rasa yang khas . Salah satu penjual gulai belut ini adalah ibu Risna. Ia sudah bergelut dalam bidang ini selama kurang lebih 15 tahun.
(Para pelanggan tetapnya sudah tidak terhitung lagi jumlahnya mulai dari warga sekitar sampai masyarakat daerah tetangga lainnya seperti Talago, danggung2, Limbanang bahkan sampai kota Payakumbuh. Ditambah setiap hajatan banyak warga yang memesan gulai baluik kepadanya.)
Pembuatan gulai belut sebenarnya tidaklah sulit, pertama sekali harus disediakan belut. Untuk mendapatkan belut biasanya bisa didapatkan langsung dari sawah atau kolam ikan dengan cara dipancing atau menggunakan alat tradisional yang bernama lukah. (Belut sawah lebih manis atau gurih rasanya kata orang).
Biasanya beberapa remaja Nagari Kubang suka menangkap belut tersebut di sawah-sawah yang sudah selesai dipanen karena lebih mudah mendapatkannya. Jika dengan lukah harus ditahan semalam, paginya baru bisa diambil. Umpannya biasanya memakai cacing dicampur abu bekas pembakaran dan dibungkus dengan daun ubi kayu.
Proses pembuatan gulai belut tersebut tidaklah sesulit yang anda bayangkan cukup menggunakan bumbu-bumbu seperti cabe rawit, jahe, kunyit, bawang putih, bawang merah, serai, daun jeruk,daun salam, daun kunyit, daun ubi kayu, jeruk nipis dan santan kelapa serta tidak lupa belut sebagai bahan dasarnya.
Awalnya belut tersebut dibakar sampai berwarna hitam dan berbau wangi kemudian belut tersebut dibersihkan isi perutnya, dipotong-potong lalu direndam dengan air jeruk nipis didiamkan sekitar 30 menit supaya rasa amis belut hilang. Sementara itu santan dimasak dengan bumbu-bumbu yang sudah disiapkan tadi sampai mendidih barulah dimasukkan belut, ditunggu sampai daun ubi kayu layu baru siap dihidangkan untuk dinikmati.
Cukup dengan menyiapkan uang Rp. 5000, gulai belut cabe rawit sudah bisa didapatkan sebagai teman pemakan nasi. Begitulah ibu Isna biasa ia disapa mematok harga jual gulai balutnya untuk satu porsi teredah sehingga pembelinya ramai bahkan dalam hitungan jam gulai belutnya ludes terjual. Dengan harga yang terjangkau kita dapat menikmati lezatnya kuliner khas Nagari kubang ini yang hanya bisa ditemui di kec. Guguak kab. Limapuluh kota ini.
Demi memperluas pengenalan gulai belut di masyarakat ia sekarang sudah menerima pesanan pembuatan gulai belut pada hajatan atau pesta di nagari Kubang bahkan ia disewa sampai ke luar kab. Limapuluh Kota.
Perangkat Nagari Kubang dan seorang guru selaku pembeli menyatakan bahwa Ibu Risna bersama anggota keluarga yang lainnya sekarang terus bertahan menghadapi gerusan zaman yang menuntut adanya berbagai perubahan. Beliau terus bertahan menghidupkan gulai belut sebagai salah satu masakan tradisional yang kini nyaris tidak dikenal, bertahan dalam melawan zaman dan lidah para pembeli yang haus akan cita rasa yang berbeda.
Mari makan belut. Ajakan ini tidaklah berlebihan untuk dicoba menikmati sendiri rasanya.
Kubang, 11/07/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan