Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Karya Inovatif (KINCIR KATA MEDIA MENINGKATKAN KOMPETENSI MENULIS PUISI SISWA)

Tantangan Hari  ke-192

#TantanganGurusiana 365

A.  

1.    Latar Belakang

Menurut Undang-Undang No.20 tahun 2003 pasal 1, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara   (Sunoto : 2014)

Tujuan pembelajaran akan tercapai jika proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan karakteristik siswa. Misalnya Guru Bahasa Indonesia mempunyai peranan sangat penting.  Selain sebagai pengajar, juga sebagai pembimbing dan pendidik. Namun kenyataannya peran itu sering dilupakan. Pendidikan dan pengajaran dilakukan hanya sekedar pemberian informasi. Hal itulah yang membuat siswa merasa bosan, sehingga pembelajaran tidak menarik minat siswa, dan akhirnya berdampak pada rendahnya prestasi belajar.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Bahasa Indonesia mempunyai ruang lingkup dan tujuan untuk menumbuhkan kemampuan mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pada hakekatnya pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaan siswa seperti dalam menulis puisi.

Keterampilan menulis puisi perlu ditanamkan kepada siswa mulai dari tingkat dasar sampai  sekolah menengah atas seperti di Madrasah Aliyah (MA), sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk mengapresiasikan puisi dengan baik. Mengapresiasikan sebuah puisi bukan hanya ditujukan untuk penghayatan dan pemahaman puisi, melainkan mempertajam kepekaan perasaan, penalaran, serta kepekaan siswa terhadap masalah kemanusiaan. Kemampuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor penting dalam proses pembelajaran menulis puisi. Selain penerapan model, metode dan strategi yang tepat, juga yang sangat menentukan adalah peranan guru dalam proses pembelajaran.

Dalam observasi dan wawancara yang dilakukan terdapat permasalahan dalam proses pembelajaran menulis puisi di kelas XII IPA MAN Padang Japang Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam pembelajaran menulis puisi siswa belum berani melahirkan ide-idenya sendiri, karena takut salah dan takut  diketawakan teman. Selain itu  menulis puisi sangat sulit  bagi siswa yang kurang berminat menulis puisi. Guru juga masih menggunakan teknik mengajar yang menoton dan membosankan bagi siswa sehingga belum optimal memberi kesempatan bagi siswa yang kurang aktif untuk menulis puisi dengan bahasa atau kata-katanya sendiri.

Hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk memperbaikinya. Berdasarkan uraian di atas pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi masih jauh dari kondisi ideal yang diharapkan. Siswa belum mampu melahirkan kata-kata sendiri untuk dikembangkan menjadi puisi yang baik. Guru berusaha meningkatkan keterampilan siswa pada materi tersebut melalui media yang sesuai.

 Guru merangkai sebuah alat peraga sederhana berupa kincir kata terbuat dari kardus bekas dan kata-kata diambil dari merek kemasan produk yang berbahasa Indonesia sebagai kata kunci untuk siswa kembangkan menjadi rangkaian kata yang bermakna atau puisi beserta tugas-tugasnya. Sengaja penulis memilih bahan-bahan utama pembuatan media berasal dari bahan bekas. Penulis terinspirasi dari banyaknya sampah berbagai produk berserakan di sekitar Madrasah. Jadi penulis juga ingin memanfaatkan sampah sebagai media yang mendatangkan manfaat bagi semua kalangan sehingga MAN Padang Japang pun terbebas dari sampah.

 

2.    Tujuan

            Tujuan inovasi pembelajaran adalah sebagai berikut.

a.      Untuk meningkatkan aktivitas belajar dan keterampilan siswa pada materi menulis puisi melalui metode permainan kincir kata dari merek produk berbahasa Indonesia.

b.      Untuk memanfaatkan barang bekas agar tidak terbuang percuma .

c.      Untuk menumbuhkan raca cinta dan bangga pada diri siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia khususnya pada merek produk yang berbahasa Indonesia yang sudah berkurang penggunaannya.

3.    Manfaat

Hasil penelitian ini secara praktis dapat bermanfaat:

            a.      Bagi siswa

1.    Dapat meningkatkan keterampilan tentang menulis puisi.

2.    Mengikuti proses pembelajaran dengan perasaan senang, menarik dan aktivitas belajar  yang tinggi.

      b.            Bagi Guru

1.    Dengan adanya inovasi pembelajaran, guru memiliki pengetahuan, dan keterampilan, khususnya dengan memanfaatkan peraga sederhana dalam pembelajaran di kelas.

2.    Guru dapat berinovasi dalam pembelajaran di dalam kelas.

3.    Guru dapat  mencari solusi atau pemecahan masalah pembelajaran.

4.    Guru dapat mengurangi sampah yang berkembang di masyarakat.

    c.              Bagi Madrasah

1.    Madrasah akan sangat diuntungkan dengan adanya perbaikan pembelajaran oleh guru melalui Inovasi Pembelajaran.

2.    Dengan adanya pembelajaran yang inovatif akan meningkatkan aktivitas belajar siswa

3.    Hasil belajar yang baik akan mempengaruhi prestasi Madrasah secara umum.

B. KARYA INOVATIF PEMBELAJARAN

 

1.    Ide Dasar Pembuatan Media

Pada Pembelajaran menulis puisi siswa belum berani melahirkan ide-idenya sendiri, karena takut salah dan takut  diketawakan teman. Selain itu  menulis puisi sangat sulit  bagi siswa yang kurang berminat menulis puisi. Guru juga masih menggunakan teknik mengajar yang menoton dan membosankan bagi siswa sehingga belum optimal memberi kesempatan bagi siswa yang kurang aktif untuk menulis puisi dengan kata-katanya sendiri.

Seharusnya pembelajaran harus dilakukan dengan baik dan menyenangkan untuk memperoleh hasil yang optimal. Pembelajaran tanpa dilakukan dengan suasana yang menyenangkan akan terasa membosankan dan siswa cenderung malas malasan. Oleh karena itu guru wajib memberikan suasana yang meyenangkan sesuai dengan keseharian siswa.

Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menulis puisi di kelas XII IPA MAN Padang Japang Kabupaten Limapuluh Kota dianggap sebagai materi yang tidak mudah dilakukan oleh siswa. Guru ingin menciptakan suasana pembelajaran yang aktif sehingga diharapkan akan meningkatkan minat siswa terhadap kompetensi tersebut. Dengan adanya minat yang tinggi diharapkan akan mendongkrak hasil belajar siswa.

Dengan adanya kondisi yang demikian sulit kiranya jika diharapkan siswa memperoleh hasil belajar yang optimal. Untuk menciptakan suasana belajar aktif guru mempunyai ide untuk membuat alat peraga yang dapat membangkitkan minat belajar siswa. Adanya alat atau media yang membangkitkan minat diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa. Disamping itu dengan adanya media tersebut dapat mengurangi sampah di lingkungan madrasah khususnya dan masyarakat umumnya.

 

2.    Rancangan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kompetensi dasar menulis puisi di kelas XII IPA MAN Padang Japang semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 kali ini media pembelajarannya dirancang dalam bentuk kincir kata sederhana yang berbahan kardus dan kata-katanya diambil dari bekas kemasan produk yang berbahasa Indonesia. Alat peraga akan dimanfaatkan pada pembelajaran Standar Kompetensi. 7. Memahami  wacana sastra puisi dan cerpen Adapun diagram alur yang merupakan langkah pembuatan alat peraga tersebut adalah sebagai berikut:

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Skema Alur Pembuatan Alat Peraga

 

3.    Alat dan Bahan

Alat dan bahan pembuatan media tersebut sangat sederhana antara lain:

1.    Kardus Bekas.

2.    Kemasan bekas berbagai jenis produk yang bermerek Bahasa Indonesia.

3.    Cat minyak / semprot atau kertas marmar

4.    Lem cap Banteng.

5.    Paku baut

6.    Fiber bekas

7.    Lem Korea

8.    Pisau /kater.

9.    spidol.

10. Meteran/pengukur.

11. gunting.

12. Plastik bekas

 

4.    Proses Pembuatan

Cara pembuatan media ini sangat sederhana. Selengkapnya pembuatannya dapat kita lihat pada urutan gambar di bawah ini.

1.    Pertama, penyiapan bahan berupa kardus bekas dan bekas kemasan produk Berbahasa Indonesia

Gambar 2.

Penyiapan bahan utama berupa kardus bekas dan Kemasan produk bekas berbahasa Indonesia

 

2.    Kertas Kardus diukur sesuai dengan ukuran berbentuk lingkaran dengan tinggi 53 cm dan lebar 47 cm.

                       

Gambar 3.

Mengukur kardus sesuai dengan kebutuhan

3.    Memotong kardus sesuai dengan ukuran berbentuk lingkaran                                              Gambar 4.

Memotong kardus sesuai ukuran yang sudah ditentukan

4.    Mengecat atau melampisi Kardus dengan kertas marmar                                                                                                                 

Gambar 5.

Mengecat atau melampisi Kardus dengan kertas marmar

 

5.    Mengeringkan cat di bawah sinar matahari

Gambar 6.

Mengeringkan cat di bawah sinar matahari

6.    Menempelkan kemasan produk berbahasa Indonesia pada Kardus

              

Gambar 7.

Menempelkan kemasan produk berbahasa Indonesia pada Kardus

7.    Guru Menyiapkan jarum penunjuk arah pada tengah atas kardus .

                    

Gambar 8.

Menyiapkan jarum penunjuk arah pada tengah atas kardus

8.    Memempelkan kardus pada bekas alas bahan rakitan yang bisa berputar.

Gambar 9.

Memempelkan kardus (media) pada bekas alas bahan rakitan yang bisa berputar

9.     Memberi  penyangga media dari fiber bekas agar bisa berdiri tegak seperti kincir angin. Namun isinya kata-kata maka diberi nama kincir kata.

    

Gambar 10.

Memberi  penyangga media dari fiber bekas agar bisa berdiri tegak.

10. Tahap selanjutnya Alat peraga siap digunakan

                                

Gambar 11.

Alat peraga siap digunakan

 

11.  Kincir kata bisa di putar sesuai arah putaran jam atau sebaliknya

 

 

Gambar 12.

Kincir kata bisa di putar sesuai arah putaran jam atau sebaliknya

12. Kincir kata diputar dan ditunggu sampai berhenti. Kata yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk maka kata tersebutlah yang ditulis, yang akan dimasukkan ke dalam kalimat untuk kembangkan sehingga terbentuk larik-larik  puisi.

 

Gambar 13.

Kincir kata akan menunjukkan kata yang akan dimasukkan ke dalam kalimat

Bersambung....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post