Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tradisi Buang Ratok Di Nagari Kubang

Tantangan Hari ke-177

#TantanganGurusiana

Berawal dari kehidupan keseharian sepasang suami istri di nagari Kubang. Pak Zhofir suami dari Ibu Vanesa berprofesi sebagai pedagang. Mereka memiliki 2 orang anak bernama Anisa dan Riski. Anisa sudah menikah dengan Habib sedangkan Riski juga sudah menikah dengan Nuraini. Mereka semua tinggal berdekatan rumah. Suatu hari Pak Zhofir dinasehati oleh istrinya agar jangan merokok juga karena suaminya ini sudah lama batuk-batuk, namun tidak menghiraukan sama sekali. Sebenarnya anak dan menantunya juga sudah sering mengingatkan supaya berhenti merokok. Tetap ia tidak mengubris sama sekali.

Sore itu kebetulan anak dan menantunya sudah pulang bekerja, tiba-tiba terdengar suara ibunya memanggil-manggil” Pak... Pak..bangun , Bapak kenapa ?”. Pak Zofir menekan dadanya kuat-kuat. Semua anak dan menantu berhamburan menolong mengangkat tubuh ayahnya. Namun apa yang hendak dikata tuhan berkata lain, ayahnya ternyata sudah tiada.

Jenazah ayah mereka diselengarakan segera. Setelah selesai semua sampai penguburan lalu keluarga pulang kembali ke rumah masing-masing. Hari ke-3 menurut tradisi nagari Kubang adalah hari memperbaiki kubur. Biasanya pagi-pagi sekali semua pihak keluarga dekat seperti saudara laki-laki dari pihak keluarga perempuan dan pihak keluarga laki-laki sudah lebih dahulu ke makam untuk memperbaiki kubur sekitar pukul 06.00 pagi. Mereka semua biasanya membawa cangkul, sabit, sapu dn lainnya. Kembali dari kuburan mereka semua akan menuju pihak keluarga simayat. Semua anggota keluarga perempuan sudah menyiapkan berbagai jenis makanan seperti nasi, sambal, kue, agar-agar dan buah. Itu semua biasanya disediakan oleh pihak keluarga dekat yang datang membawa rantang. Kemuadian semua yang ikut memperbaiki kubur tersebut beserta tamu yang hadir pada saat itu ikut makan bersama.

Setelah semua tamu pulang tinggallah sipangka atau tuan rumah maka orang tertua dikampung itu memberitahu agar melaksanakan tradisi adat Membuang ratok. Ini dilakukan agar tetap terjalinnya silaturahim antara pihak kelurga istri, anak, menantu dan cucu dengan bakonya tetap terjalin erat. Waktu melakukan tradisi Membuang ratok ada beberapa bawaan yang akan dibawa yakni pakaian Pak Zofir selengkapnya berupa baju, celana, kain sarung dan peci yang terbaik serta beberapa makanan yang di letakakan di wadah seperti katidiang Jombak.

Di rumah pihak keluarga Bako telah menunggu adik Pak Zofir dan mamaknya serta keluarga yang lain, menunggu kedatangan keluarga si mayat. Mereka saling memaafkan dan membagikan juadah yang sudah disediakan. Adalakalanya juga ada makan bersama kembali. Dan saling berjanji untuk tidak memutus tali silaturahmi. Terakhir semua keluarga bersalaman dan saling memaafkan. Keluarga pak Zofir kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post