Lelaki Hebatku (2)
Tantangan ke-229
#TantanganGurusiana
Waktu Subuh hampir masuk, namun tidak ada satu pun kendaraan umum yang lalu lalang. Perasaanku semakin berkecamuk apakah mungin aku bisa pulang ke rumah. Imel berusaha menenangkan diriku. Butiran-butiran bening tak henti-hentinya mengalir di pipi. Mataku bengkak menangis terlalu lama. Setiap orang memandangku merasa aneh tapi tidak aku hiraukan. Dibenakku hanya ada bagaimana aku bisa bertemu dengan ayah segera. Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB kakak laki-lakiku yang nomor dua belum juga muncul. Akhirnya mobil Bahagia tampak dari kejauhan memasuki terminal. Secepat kilat aku berlari menuju angkutan umum tersebut.
Ternyata apa yang kubayangkan tidak sama dengan kenyataannya. Mobil Bahagia tersebut harus menunggu penumpang dulu baru akan berangkat. Tak sanggup aku menunggu sebenarnya tapi apa boleh buat hanya itulah satu-satunya angkutan umum menuju kampungku. Sebagai mahasiswa aku tidak sanggup merental mobil pribadi atau taxi. Bagaimana aku harus membayarnya sementara uang kuliahku saja hanya dari beasiswa PPA yang kuperoleh. Serasa tubuhku semakin lemah. Tak tahu kemana aku harus mengadu terpaksa aku telan sendiri. Hanya Allah SWT tempat aku menyerahkan segalanya. Doaku tak putus-putus agar dilancarkan segala urusanku.
Tapat pukul 07.00 WIB aku baru berangkat meninggalkan kota Padang. Sosok lelaki hebatku masih bertengger di relung mataku. Senyumnya, ketawanya, candanya tak mungkin aku jumpai lagi. Ia telah pergi untuk selamaya. Apakah sempat aku memelukmu lagi ayah. Pertanyaan itu bertubi-tubi menghantuiku. Sepanjang perjalanan hanya itu bermain di kepalaku. Kadang tangisan ku pecah membayangkan sosok ayah tak kan pernah kujumpai lagi. Terasa laju mobil semakin melambat. Biasanya kalau normal memakan waktu 4 jam baru sampai di kampungku.
Bersambung....
30/08/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan