Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menggerakan Literasi Panggilan Hati

Oleh : Ernawati, S.S

#LombaAgustus2020Mediaguru.id

Tagur 207 #TantanganGurusiana

Seorang pejuang identik dengan pekerja keras demi mewujudkan cita-citanya. Literasi menurut wikipedia berarti kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Jadi pejuang literasi seorang pekerja keras demi mewujudkan kemampuan dan keterampilannya dalam berbahasa.

Sebagai guru Bahasa Indonesia di MAN Lima Puluh Kota penulis merasa terpanggil sekaligus bertanggungjawab mengembangkan literasi di kalangan madrasah khususnya bagi peserta didik. Beberapa gerakkan literasi madrasah penulis lakukan. Baik dalam proses belajar mengajar maupun kegiatan ekstrakurikuler Bengkel sastra.

Memberikan kesempatan pada siswa menuliskan apa yang dia lihat dan alami sebelum tatap muka. Hal ini dilakukan pada 10 menit awal pembelajaran. Misalnya setiap pagi Jumat semua peserta didik mengikuti kegiatan Muhadharah sebagai ajang penampilan bakat seperti berpidato, membaca puisi, bercerita, menyayi, dan lain sebagainya.

Ketika jam pembelajaran dimulai penulis meminta siswa selama 7 menit untuk menuliskan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti muhadharah, boleh berupa puisi atau opini. Hasilnya mereka lebih mudah menuliskannya karena mereka mengalami sendiri. Biasanya siswa yang cepat selesai penulis minta untuk membacakan karyanya di depan kelas selama 3 menit. Sehingga teman-temannya pun dapat memberikan komentar. Terakhir semua karya mereka penulis kumpulkan dan koreksi. Secara tidak langsung siswa sudah mampu berliterasi.

Sebagai tindak lanjutnya penulis selalu memberikan apresiasi pada semua karya berupa nilai bonus. Karya yang layak maka akan penulis kirimkan ke media massa agar dapat dipublikasikan. Dengan begitu semua siswa termotivasi untuk mau membaca dan menulis apalagi kalau karya tersebut sempat dimuat di surat kabar. Peserta didik dengan senang hati akan tetap menulis tanpa diminta lagi apalagi juga ada imbalan honor tulisannya.

Gerakan literasi madrasah dengan menyediakan pustaka mini tiap lokal juga merupakan langkah positif dalam mengiatkan literasi madrasah. Di pustaka mini tersebut siswa dipersilakan membaca buku-buku berbau sastra seperti novel, puisi maupun cerpen. Hal ini boleh mereka lakukan di saat jam pelajaran selesai atau waktu istirahat. Tentunya di setiap lokal ada siswa ditunjuk sebagai petugas agar buku yang sudah selesai dibaca dapat dikembalikan lagi. Sehingga semua siswa bisa membaca secara bergantian.

Biasanya demi meningkatkan minat baca siswa maka diadakan lomba menulis antar kelas. Bekerjasama dengan OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah). Lomba yang dilaksanakan seperti lomba mading (majalah dinding) dan lomba cipta baca puisi islami secara berkala. Melalui lomba tersebut penulis dapat melihat dan mendata langsung siapa siswa berpotensi, baik dalam menulis maupun membaca seperti membaca puisi, bercerita dan berpidato. Jika ada event lomba di luar madarasah maka mereka dapat dilatih secara intens sebagai perwakilan madrasah. Latihan tersebut biasanya dilakukan ketika ekstrakurikuler Bengkel Sastra.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler Bengkel Sastra semua peserta diberikan wawasan dan pengetahuan tentang literasi serta latihan secara kontinyu, biasanya setiap hari Senin sekali seminggu. Dampaknya sungguh luar biasa bagi peserta didik dan madrasah. Alhamdulillah setiap lomba yang dikuti hampir semuanya meraih prestasi mulai tingkat kabupaten hingga nasional.

Misalnya saja anggota Bengkel sastra pernah meraih penghargaan penulis cerita anak terbaik tingkat provinsi dan nasional tahun 2019 . Juara pertama dan kedua pembaca berita tingkat Kabupaten dan penulis pantun terbaik tingkat provinsi. Masih banyak prestasi yang lainnya, tentunya ini juga berkat penulis menambah ilmu melalui mediaguru. Sejak awal 2019 penulis dan siswa bergabung dengan Mediaguru melalui MWC XVIII KPPL Kemenag Sumbar. Sudah banyak membuahkan hasil bagi perkembangan literasi madrasah dan mengharumkan nama madrasah.

Antologi puisi dan majalah “Sapaan” MAN Lima Puluh Kota pun berhasil diterbitkan guna mengerakkan literasi di kalangan madrasah khususnya di lingkungan Kementerian Agama Kab. Lima Puluh Kota. Sejalan dengan ajakkan tokoh literasi nasional Bapak H. Hendri, M.Pd sebagai Kanwil Kemenag Sumbar membumikan literasi di lingkungan Kemenag Sumbar. Melalui dibentuknya penggurus KPPL Kab/Kota guna melaksanakan Sagu Sabu. Penulis diamanahi sebagai ketua KPPL Kab. Liko sudah melaksanakan Sagu Sabu.

Profil Penulis

Ernawati, S.S adalah salah satu guru B. Indonesia di MAN Lima Puluh Kota biasa disapa Erna. Beliau lahir di Kubang, 07Juni, juga aktif sebagai Pembina OSIM dan ekstra Bengkel Sastra di MAN Lima Puluh Kota Sumbar. Karya tulisnya sudah dibukukan sebagai meraih pemenang Selamat Datang Mas Nadim, Medeka Belajar, Guru Penggerak dan Di rumah Aja yang digelar Mediaguru Indonesia. Buku pertamanya berjudul Jurus Ampuh Menulis Puisi. Buku keduanya Suara Kalbu Pembasuh Nurani dan buku ketiganya berjudul Guru Kreatif Guru Produktif. WA. **(censored)**email gurusiana : **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post