Literasi Sekolah Sebagai Pembentukan Budi Pekerti
Tantangan Hari ke-269
#TantanganGurusiana
Oleh : Ernawati, S.S
Literasi sekolah, dua kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Sejak pemerintah mencanangkan gerakkan literasi sekolah, hampir semua sekolah di nusantara mulai berbenah. Termasuk di sekolah tempat penulis mengabdi. Salah satu sekolah Islam Negeri tingkat Menengah Atas terletak sekitar 15 Km dari pusat kota Payakumbuh. Namanya MAN Lima Puluh Kota, selaku guru Bahasa Indonesia penulis merasa tepanggil untuk ikut menggerakkan literasi di sekolah tersebut.
Beberapa kegiatan literasi sudah dilaksanakan mulai dari kegiatan rutin setiap pagi tahfiz atau madrasah mengaji. Siswa secara bergantian menyetorkan hafalan Al quran mereka ke guru yang masuk pada jam pertama. Biasanya guru akan menyimak bacaan setiap siswa yang sudah ditunjuk pada hari itu. Biasanya jadwal siswa sudah ditentukan oleh wali kelas masing-masing setiap harinya. Kegiatan tahfiz ini berlangsung sekitar lima belas menit pertama. Sehingga kegitan literasi Al quran mampu melahirkan generasi yang mencintai Al quran.
Kegiatan literasi sekolah masih berlanjut ke dalam proses pembelajaran yakni memberi kesempatan kepada peserta didik selama sepuluh menit awal pembelajaran untuk menuliskan dan menyampaikan apa yang sudah mereka alami dan baca pada mading, pustaka mini lokal, dan kegiatan seperti muhadharah setiap pagi Jumat serta tahfiz pagi. Hal tersebut membuat mereka semakin terampil, kreatif, dan inovatif dalam menyampaikan ide dan gagasannya. Sekaligus memupuk rasa percaya diri setiap siswa untuk tampil di depan guru dan teman-temannya atau orang lain.
Gerakkan literasi sekolah tidak hanya di dalam proses pembelajaran wajib atau intrakurikuler namun juga dalam kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sudah mencetak generasi yang literat adalah Bengkel sastra. Ekstrakurikuler ini sudah banyak melahirkan peserta didiknya menghasilkan karya baik berupa buku antologi maupun majalah yang diterbitkan secara berkala. Antologi puisi siswa alhamdulillah sudah ada sebagai referensi bacaan bagi semua civitas akademika MAN Lima Puluh Kota khususnya dan masyarakat luas umumnya.
Karya buku antologi ini dapat dibaca di pustaka dan juga ada siswa yang memiliki. Begitu juga dengan majalah yang bernama majalah “Sapaan” akronim dari Sastra Anak Aliyah Negeri yang sudah ber-ISSN. Melalui majalah ini para siswa dan tenaga pendidik juga dapat mempublikasikan karyanya di sana. Agar bisa dibaca oleh semua kalangan. Sebab majalah tersebut juga didistribusikan ke luar madrasah selain konsumsi dalam lingkungan sendiri. Jika tulisan siswa dimuat di majalah tersebut tentu mereka akan merasa senang dan bangga sebab karyanya tidak hanya di baca oleh teman-temannya saja tapi masyarakat luas juga ikut menikmatinya. Tentu hal ini menambah motivasi bagi mereka untuk terus menulis dan berkarya.
Berkat kerjasama yang baik antar semua pihak Majalah Sapaan tersebut sudah mampu diterbitkan secara berkala. Sehingga buah keras pihak sekolah dalam menggerakkan literasi dapat terarsip dengan baik melalui hidangan majalah tersebut.
Selain literasi baca tulis siswa juga diajarkan literasi finansial atau masalah keuangan. Sebab dalam penerbitan majalah juga dibentuk menajemen usahanya agar majalah tersebut dapat dicetak kembali. Tentu membutuhkan dana. Anggarannya dikelola secara swadaya oleh tim redaksi. Disini para peserta didik diajarkan bagaimana majalah tersebut dapat bertahan maka dibentuk tim pencari iklan agar ada pemasukkan supaya majalah dapat dicetak kembali pada edisi selanjutnya.
Semua kegiatan literasi tersebut tidak telepas dari peran pembina ekstrakurikuler Bengkel sastra dan dukungan kepala madrasah serta semua pihak. Sehingga gerakkan literasi dapat di terima oleh semua kalangan. Pojok Literasi dan pustaka mini setiap lokal juga merupakan gerakkan literasi sekolah dalam menciptakan generasi yang literat. Kerjasama pustaka sebagai jantungnya sebuah sekolah sangat membantu tumbuh kembangnya gerakkan literasi sekolah. Menghadirkan pojok literasi yang indah, nyaman dan kreatif sebagai wahana untuk menarik minat peserta didik agar terus membaca. Ternyata ampuh memikat hati setiap insan untuk berlama-lama duduk membaca semua tulisan yang di muat di majalah dinding (mading) sekolah tersebut. Semua kegiatan literasi sekolah tersebut mewujudkan dalam pembentukkan budi pekerti yang luhur pada diri siswa.
Profil Penulis
Ernawati, S.S adalah salah satu guru B. Indonesia di MAN Lima Puluh Kota biasa disapa Erna. Beliau lahir di Kubang, 07Juni, juga aktif sebagai Pembina OSIM dan ekstra Bengkel Sastra di MAN Lima Puluh Kota Sumbar. Karya tulisnya sudah dibukukan sebagai meraih pemenang Selamat Datang Mas Nadim, Medeka Belajar, Guru Penggerak, Di rumah Aja, Pejuang Literasi, The Power of Kepekso dan Literasi Keluarga yang digelar Mediaguru Indonesia. Buku pertamanya berjudul Jurus Ampuh Menulis Puisi. Buku keduanya Suara Kalbu Pembasuh Nurani dan buku ketiganya berjudul Guru Kreatif Guru Produktif. WA. **(censored)**email gurusiana : **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan