Perlukah Anak Terampil
Ko onTantangan hari ke-288
#TantanganGurusiana
Memberikan pelajaran ke buah hati tidak hanya berupa pelajaran kognitif dan afektifnya saja, namun keterampilan phisikomotornya juga harus kita asah dan latih. Seperti kata para ahli kita tidak akan mampu bertahan hidup jika hanya mengandalkan pengetahuan saja namun keterampilan lah yang mampu membuat kita sukses. Pernyataan ini sesuai dengan kenyataan yang penulis lihat dan alami sendiri. Ternyata pendidikan yang tinggi belum menjamin seseorang itu akan bisa meraih kesuksesan dan bertahan menghadapi segala sesuatunya dalam hidup. Tanpa adanya campur tangan keterampilan atau skill yang ia miliki, mustahil ia akan berhasil dan sukses.
Buktinya banyak sarjana yang menganggur tidak mampu berkarya sendiri akibat tidak mempunyai keterampilan. Jangankan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri berbekerja dengan orang lain saja belum tentu diterima sebab tidak memiliki kemampuan atau keterampilan yang memadai. Coba kalau dari kecil seorang anak sudah dibekali dengan berbagai keterampilan barangkali tidak ditemukan lagi sarjana menganggur atau tamatan sekolah menengah atas sebagai penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia.
Pemberian contoh atau teladan sejak masa balita dari orang tua perlu digalakkan. Misalnya keterampilan sederhana yakni melatih anak rajin membaca dengan sering membacakan cerita rakyat atau cerita anak melalui buku bergambar. Secara tidak langsung anak akan terasah dan terbiasa membaca dari kecil sehingga sampai dewasa ia akan terbiasa. Akibatnya perbendaharaan kosa kotanya semakin banyak ia akan terampil berbicara sekaligus pandai menulis. Jika hal ini selalu dipupuk oleh orang tua tentunya buah hatinya akan memiliki keterampilan, seperti keterampilan menulis. Ini akan membuat ia bertambah pintar dan bewawasan. Akhirnya si anak akan terampil menuliskan ide-ide kreatif dan inovatifnya serta mampu berbicara di depan umum.
Contoh lain yakni memperkenalkan ke anak, misalnya anak laki-laki cara membersihkan mobil, motor, sepeda dan lainnya. Awalnya mungkin berat bagi mereka membersihkan barang tersebut. Ditambah kalau hanya di suruh saja tanpa memberikan contoh yang kongkrit dari orang tuanya seperti ayah. Namun hal tersebut akan menjadi ringan bagi si anak jika dari kecil sudah diikut sertakan ia membersihkan mainan atau sepedanya sendiri.
Secara tidak langsung anak sudah mendapatkan pengalaman memperoleh keterampilan secara dini. Jadi kalau pun dia belum mampu bekerja sendiri mereka sudah mempunyai keterampilan untuk bertahan hidup dari segala ancaman yang mendera. Bisa saja nanti sesudah dewasa mereka mampu buka jasa cucian motor, honda dan karpet serta sejenisnya. Itulah manfaatnya jika dari awal orang tua sudah memperkenalkan atau melibatkan putra putrinya dalam mengasah keterampilan dalam hidup.
Kubang, 27/10/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan