Ketika Mulut dikunci, tangan dirantai, kaki pun terbelenggu
Tagur ke-338
#TantanganGurusiana
Sungguh tak sanggup melihat semuanya terpasung
Mulut dikunci, tangan dirantai, kaki pun dibelenggu besi panas
Tak ada suara bahkan bisikan kerinduan keadilan pun sirna
Tak mampu berbuat tangan penuh luka berbagai goresan darah
Tak mampu menerjang kaki tertimpa beban berat hingga karatan
Seharusnya mata teriris menatap peristiwa malam itu
Namun perih itu sungguh menusuk ke ke kalbu
Ketidakmampuan kami hanya berharap mukjizat Mu ya Rabb
Tiada lagi tempat bersandar selain diriMu
terbentang sajadah usang pertanda kami tetap merindukanMU
Tanpa campur tanganMu melepaskan belenggu ini
Ia akan tetap abadi di ranah lahirnya para pejuang bangsa
Kubang, 17/12/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan