Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ketika Tahun Berganti

Tagur ke-349

#TantanganGurusiana

 

Alangkah indahnya pemuda pemudi muslim menghabiskan malam pergantian tahun Masehi dengan cara biasa – biasa saja seperti hari biasa. Tidak perlu huru hara bahkan ikut merayakannya. Barangkali kita sudah mendengar tahun baru islam adalah tahun Hijriah. Jangan malah terbalik, generasi muda  islam merayakan pergantian tahun Masehi dan tidak tahu sama sekali kapan tepatnya tahun baru Hijriah dimulai. Tentunya selaku pemuda muslim kita harus malu. Masa mengaku islam tahun barunya saja tidak tahu. Mau ditarok dimana muka kita ?

Hal seperti fenomena di atas sudah tidak barang langka lagi, pasalnya kenyataannya membuktikan. Hampir setiap tahun kita melihat sendiri mereka yang mengaku islam malahan sudah menyusun rencana mau kemana jika nanti malam pergantian tahun. Ada yang pergi mendaki, pesta kembang api dan menunggu sambil nongkrong mendengarkan bunyi Jam gadang tanda pertukaran waktu telah tiba. Parahnya lagi tidak sedikit para remaja muslim  ikut serta melakukan maksiat di malam tahun baru tersebut. Ngeri kan...

Alhamdulillah di masa pandemi ini pemerintah sudah mengeluarkan  edaran bahwa dilarang membuka tempat wisata mulai tanggal 31 Desember 2020 hingga tanggal 3 Januari 2021. Tentunya hal ini akan mengurangi massa untuk berkerumun dan indikasi penyebaran virus Covid  19 di Sumatera Barat. Selain tidak boleh ke luar rumah, bagi yang kedapatan konvoi kendaraan akan ditangkap pihak berwajib. Pihak aparat akan bertindak tegas jika ada yang melanggar aturan tersebut baik pihak penyelengara maupun masyarakat umum. Sehingga biasa pernak pernik seperti terompet dan mercun atau kembang api berjubel para pedagang menjualnya, sekarang tidak tampak lagi bahkan suasana jalan raya pun sepi lalu lalang para remaja yang ikut merayakan tahun baru Masehi.

Ternyata tetap  ada plusnya segala sesuatunya meskipun di era Corona. Kesehatan jauh lebih penting dari segalanya. Kalau tidak sehat bagaimana  akan bertahan. Misalnya biarlah orang sibuk dengan dunia mereka namun selaku generasi  islam alangkah sejuknya hati ikut meramaikan mesjid sambil  menabung pahala dari uztad dengan menyimak ceramah.

31/12/2020

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post